Pemberian Bantuan Guru Ngaji Di Pamekasan Amburadul

para guru ngaji

para guru ngaji

Pamekasan,Maduranewsmedia.com- Pemberian bantuan guru ngaji di Kabupaten Pamekasan amburadul. Pasalnya, banyak ditemukan data fiktif bagi penerima bantuan guru ngaji. Tidak hanya data fiktif, ada guru ngaji yang layak menerima bantuan itu, malah tidak menerimanya.

Temuan di lapangan, ada beberapa orang penerima bantuan, tapi yang bersangkutan tidak menjadi guru ngaji. Yang lebih parah lagi, ada nama penerima bantuan guru ngaji tetapi orangnya tidak ada malah bantuannya di berikan.

Seperti guru ngaji di Desa Gugul, Kecamatan Tlanakan kabupaten pamekasan jawatimur  Rabu (30/12/2015). Sebanyak 57 orang penerima bantuan guru ngaji. Dari data tersebut yang di terima dari Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat ( kesra) sebagain dari mereka ada yang tidak berhak menerima bantuan tersebut.

Dari 57 penerima bantuan, ada dua nama yang tidak diketahui siapa penerimanya. Karena tidak ada namanya, “Bantuan itu tidak bisa diambil ,” kata Munir, Kepala Desa Gugul, saat dihuhungi melalui telpon selulernya,

Di tambahkan Munir , ada dua orang guru ngaji yang jumlah santrinya lebih dari 30 orang. Namun keduanya tidak kebagian bantuan. Padahal sebelumnya selalu mendapatkan bantuan. “Saya juga bingung mengapa yang berhak tidak dapat sedangkan yang tidak berhak bisa dapat bantuan,” imbuh Munir.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, ( kesra ) Kabupaten Pamekasan, Muhammad Fahmi, ketika dikonfirmasi enggan memberikan penjelasan bahkan Ketika ditemui di kantornya, malah menghindar dari wartawan.

Sementara itu, Ahmad Kusairi, Camat Tlanakan, mengatakan jumlah penerima bantuan untuk kecamatan Tlanakan sebanyak 681 dari 17 desa, dan perdesanya yang mendapat bantuan guru ngaji tidak sama.

Kusairi mengaku tidak tahu kalau soal data guru ngaji di Pamekasan karena pihaknya hanya menjadi tempat pembagian bantuan saja sementara data serta yang memberikan uangnya juga dari pihak Kesra.(rhm/shb)