HEADLINEKESEHATANPERISTIWAPOLITIK & PEMERINTAHANTERKINI

Pengelola Wisata dan Pokdarwis Di Bangkalan Selalu Woro-Woro Prokes Kepada Pengunjung

Pengunjung wisata saat di rapid antigen di tempat wisata pantai Tengket Sepulu pada lebaran ketupat

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Pengelola tempat pariwisata dan Kelompok sadar wisata (Pokdarwis)  di kabupaten Bangkalan tak bosan-bosannya memberikan woro=woro agar supaya mematuhi protokol kesehatan (Prokes) kepada setiap wisatawan baik wisatawan domestik  maupun wisatawan asing yang berkunjung ke tempat wisata seperti tempat wisata pantai Tengket kecamatan Sepulu kabupaten Bangkalan, Pantai Biru di desa Telaga Biru kecamatan Tanjung Bumi, Pantai Tlangoh desa Tlagoh kecamatan Tanajung Bumi dan Taman Pendidikan Mangrov di desa Labbuhan kecamatan Sepulu. “Pada masa pandemi Covid-19 ini, semua pengelola tempat wisata selalu memberikan woro-woro agar pengunjung menerapkan prokes selama berada ditempat wisata,” kata Salah seorang Pokdarwis, Nizar Arisandi, Ahad (30/05/2021).

Dikatakan dia, woro-woro melalaui pengeras suara itu dilakukan oleh pengelola tempat wisata, agar supaya tidak muncul kluster baru covid-19. “Ya kita hanya mengantisipasi saja, supaya tidak muncul kluster Covid-19 dari tempat pariwisata,” jelas Nizar sapaan akrabnya Pokdarwis Dinas Budaya dan  Pariwisata kabupaten Bangkalan ini.

bahkan kata Nizar, pada saat pengunjung ramai seperti pada lebaran ketupat, pihak pengelola wisata tidak hanya woro-woro, akan tetapi bekerja sama dengan tim satgas covid-19 tingkat kecamatan melakukan Rapid antigen. “Pada lebaran ketupat kemarin itu Urkes Polres Bangkalan melaksanakan Rapid Antigen kepada Pengunjung Wisata di Pantai Tengket Kecamatan Sepuluh,” terangnya.

Namun kata Nizar, hasil dari rapid antigen pengunjung wisata di tempat wisata pantai Tengket kecamatan Sepulu hasil Negatif. “Alahdulillah hasilnya semuanya negatif,” tuturnya.

Ditambahkan Nizar, woro woro supaya pengunjung mematuhi prokes ini merupakan kebiasan baru yang dilakukan oleh pengelola tempat wiasata dan Pokdarwis-nya. “Biarpun pada  hari hari biasa,  woro-woro tetap dilakukan, ya woro-woro ini adalah salah satu upaya dalam rangka menekan laju penyebaran covid-19, khususnya ditempat-tempat  wisata,” pungkasnya. (min/shb)