Pengrajin Emban Cincin Di Tragah Banjir pesanan

 

Bangkalan,Maduranewsmedia.com– sejak akik mulai booming di masyarakat, pengrajin emban cicin di dusun  Batu Ampar desa Tragah kecamatan Tragah, kabupaten Bangkalan Madura, Jawa Timur banjir pesanan dari masyarakat. “Ketika Akik yang akhir-akhir ini lagi ngetrend di masyarakat, pesanan emban cicin meningkat seringkali saya harus kerja lembur,” kata Pengrajin emban cicin di desa Tragah, Muhlis, (30)  Senin (04/05/2015).

Dikatakan Muhlis, ketika akik belum ngetrend seperti sekarang ini, dirinya hanya menerima pesanan emban cincin 10 hingga 20 emban cicin dalam satu bulan, akan tetapi setelah akik mulai booming, pesenan emban cicin terus meningkat. “Dalam satu bulan ada pesanan 50 emban cicin, bahkan kadang lebih,” jelas Muhlis.

Untuk onkos pesanan emban cicin ini kata Muhlis, tarifnya bervareasi tergantung model dan tingkat kerumitan dari emban cincin tersebut. “Tarif pembuatan emban cicin ini bervariasi antara Rp 300  ribu hingga Rp 350 ribu tergantung tingkat kerumitannya, uang itu sudah termasuk bahan baku pembuatan emban cicinnya,” jelas Muhlis.

Lebih lanjut Muhlis menjelaskan, untuk membuat satu emban cicin dibutuhkan 12 gram perak, dimaan harga perak per gramnya Rp 10 ribu. “Kalau untuk satu emban cicin ukuran standart itu butuh 12 gram perak, ditambah ongkos pembuatannya ya totalnya itu Rp 350 ribu,” tuturnya.

Muhlis yang telah menggeluti profesi sebagai pengrajin emban cicin itu menekuti pekerjaan tersebut sejak kecil. “Ya ini pekerjaan turun temurun di desa kami dan kami belajar dari orang tua. Penghasilan cukup untuk membiayai anak sekolah dan keluarga, rata-rata saya bisa mengantongi uang Rp 100 ribu hingga 150 ribu/hari,”katanya.

Dia mengharpkan adanya bantuan dari pemerintah terkait peralatan seperti Bor dan alat pelindes untuk membuat emban cicin tersebut. “Selama ini kami menggunakan alat tradisional, ya kami berharap adanya bantuan dari pemerintah,” kata Muhlis berharap.

Terpisah Kepala Dinas Perindustrian dan Perdangan Bangkalan, Puguh Santoso mengatakan, untuk kecamatan Tragah yang merupakan sentra pengrajin emban cicin itu , [pihkanya telah melakukan pembinaan kepada para pengrajin di kecamatan tersebut. “Di desa tragah itu ada 60 pengrajin emban cicin yang dikelompokkan menjadi 4 kelompok, kita sudah melakukan pembinaan kepada sekitar 25 orang pengrajin emban cicin,” jelas Puguh. (hib/shb).

iklan 100x100