Pergub Tidak Turun, KBM Tatap Muka SMA Dan SMK DI Bangkalan Gagal Dilaksanakan

Siswa SMAN-3 Bangkalan saat masuk ke Sekolah

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka SMA dan SMA di kabupaten Bangkalan yang rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 21 September  2020 ini (Hari ini red) ternyata gagal. Gagalnya pelaksanaan KBM Tatap muka itu karena peraturan Gubernur Jatim dan Surat Edaran dari Kadisdik Propinsi Jatim yang mengatur pelaksanaan KBM tatap muka belum turun. “Sampai saat ini payung hukumnya belum ada, terutama Pergub dan surat edaran nota dinas dari Disdik,  tanpa ada payung hukumnya itu,  kita tidak bisa melaksanakan KBM Tatap muka,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah Bangkalan, Sunarto melalui Kasi SMA, PKLK, Moh Fauzi, Senin (21/09/2020).

Dikatakan dia, memang dinas pendidikan wilayah Bangkalan menyatakan bahwa KBM tatap muka akan dilaksanakan pada tanggal 21 September 2020, “Ya Dinas sendiri sudah menyatakan bahwasanya  kalau ada SK dari Gubernur, tanggal 21 September akan dimulai kegiatan KBM  tatap muka, walaupun tatap mukanya tidak harus serentak semua. sesuai dengan rapat koordinasi awal memang diusahakan akan dilaksanakan tanggal tanggal 21,” jelas Fauzi.

Untuk kelanjutkan pelaksanaan KBM tatap muka setelah gagal digelar tanggal 21 September, pihak Cabang Dinas pendidikan wilayah bangkalan masih melakukan rapat koordinasi. “Hari pak Kacabdin dengan koordinator pengawas lagi rapat koordinasi, dan  kita sekarang masih menunggu informasi lebih lanjut terkait rencana KBM tatap muka yang batal dilaksanakan hari ini,” terang Fauzi.

Ditambahkan Fauzi, belum keluarnya Pergub dan SE nota Dinas Pendidikan Propinsi Jatim ini terkait dengan situasi Covid-19 pada saat ini. “Karena perkembangan Covid-19 fluktuatif di seluruh Indonesia, mungkin pertimbangan – pertimbangan seperti itu sehingga Pergub KBM Tatap muka belum turun,” tuturnya.

Padahal kata Fauzi, secara umum SMA dan SMK di kabupaten bangkalan sudah siap untuk melaksnakan KBM tatap muka. “Rata-rata sekolah ingin KBM tatap muka, tapi kita melihat sikon saat ini  bangkalan yang dulu zona kuning sekarang zona orange lagi, semua harus bersabar daripada menimbulkan kluster kluster baru, kurang baik, mari kita bersabar, mari berusaha, kalau ada keperluan ke sekolah harus mengikuti protokol covid di sekolah,” katanya.

Dari pantauan dilapangan, meskipun KBM tatap muka gagal dilaksanakan, namun ada beberapa siswa yang tetap datang ke sekolah untuk mengetahui kepastian apakah KBM dimulai atau tidak. “Katanya hari ini masuk, tapi ternyata gagal,” kata siswa SMAN-3 Bangkalan dengan nada kecewa.. (hib/shb).