Peringati HPN Ke 74, Fisib UTM Gelar Talk Show Goes To Campus

2 orang narasumber yakni Kepala Laboratorium Jurusan, Ahmad Cholil, M.si, P.hd dan Ketua PWI Kabupaten Bangkalan, Moh. Amin, S.Ag.

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 74 tahun 2020.Fakultas ilmu Sosial dan ilmu Budaya (Fisib) Prodi Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menggelar Talk show yang mengusung tema “Media Mainstream vs Media Sosial”. Kegiatan tersebut  bekerjasama dengan Radio Republik Indonesia (RRI) PRO 2 Surabaya melalui saluran frekuensi, 95,2 FM. “kegiatan ini tidak hanya untuk kepentingan kompetensi mahasiswa semata, namun juga dalam rangka percepatan pembangunan di Madura,” . kata Dekan Fakultas ilmu Sosial dan ilmu Budaya (Fisib) UTM Surokim, S.sos, M.si, saat membuka acara Talk Show Goes to campus di auditorium UTM, Selasa (25/20/2020).

Dikatakan dia, Madura ini jika dilihat dari geopolitik Jawa Timur sangat strategis, kalau dilihat dari perspektif laboratorium sosial paling lengkap dan paling unik, tapi dari perkembangan pembangunan prestasinya juga tidak kalah menyedihkan. Karena indeks-indeks itu masih banyak yang berwarna merah. “Ini menjadi tantangan semua pihak termasuk kampus, mahasiswa dan juga media untuk bahu membahu, bekerjasama menjadikan Madura ini menjadi salah satu kawasan yang bisa maju dan berkembang sebagaimana harapan ibu Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dan juga harapan dari Pak Jokowi, tentu saja melalui Perpres nomer 80 tahun 2009 tentang percepatan Kawasan pembangunan termasuk didalamnya kawasan Madura dan kepulauan,” jelas  Surokim

Dijelaskan dia, selama ini dirinya termasuk orang yang paling konsern kepada media..”Saya termasuk yang paling konsern terhadap bagaimana peran media dalam pembangunan kawasan Madura ini sejak tahun 2008. Sejak saya di Komisi Penyiaran Indonesia sangat mendorong tumbuhnya partisipasi media untuk mempercepat akses warga terhadap informasi publik,”  terangnya.

Acara talk show Goes to campus  menghadirkan 2 orang narasumber yakni Kepala Laboratorium Jurusan, Ahmad Cholil, M.si, P.hd dan Ketua PWI Kabupaten Bangkalan, Moh. Amin, S.Ag.

Ketua PWI Kabupaten Bangkalan, Moh Amin menyampaikan bahwa dirinya sebagai narasumber dalam acara tersebut diundang oleh RRI Pro 2 Surabaya untuk mengupas sesuai tema yang diangkat yakni “Media Mainstream Vs Media Sosial. “Saya menyampaikan bahwa antara media  mainstream dengan media sosial itu sangat berbeda. Baik itu ketika terjadi implikasi hukum maupun dari tata cara penyajian dalam penulisan, jelas perbedaannya,” tutur Amin sapaan akrabnya Ketua PWI bangkalan itu.

Dikatakan dia, kalau media Mainstream, harus mengikuti kode etik jurnalistik (KEJ) dan terikat pada aturan-aturan yang berkaitan dengan jurnalistik seperti aturan yang dikeluarkan oleh Dewan Pers,  sedangkan media sosial tidak ada aturan seperti itu. Sehingga saat terjadi sesuatu, tanpa klarifikasi dan tanpa konfirmasi langsung di unggah. “Saat terjadi implikasi hukum, cara penyelesaiannya juga berbeda. Kalau media Mainstream diselesaikan melalui undang-undang pers sementara kalau media sosial diselesaikan melalui undang-undang ITE.” Pungkas Amin. (hib/shb)