Peserta Asuransi Pertanian Nihil, Dinas Pertanian Bangkalan Dapat Catatan Merah

para petani saat melakukan tanam padi, isnsert, Kadispartanak, A Fanani

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Pemerintah telah mengulirkan program Asuransi Pertanian yang berfungsi untuk melindungi para petani, namun program ini ternyata tidak diminati oleh para petani, hal itu terlihat dari masih minimnya para petani di kabupaten Bangkalan yang menjadi peserta Asuransi Pertanian, bahkan karena tidak ada petani yang mendaftar, Dinas Pertanian kabupaten Bangkalan mendapat catatan merah dari propinsi Jatim pada tahun 2017. “Pada tahun 2017 tidak ada petani yang mendaftar Asuransi Pertanian ini, sehingga kami mendapat catatan merah dari Propinsi jatim,” kata  Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan, A Fanani melalui Kabid Sarana dan Prasarana, Moh Ismail, Selasa (12/02/2019)

Dikatakan dia, pada musim tanam Oktober tahun 2018 dan Maret 2019 ini, setelah bekerjasama dengan PT Perpadi ada 153 kelompok tani yang telah mendaftar Asuransi pertanian. “Alhamdulillah pada musim tanam tahun 2018-2019 ini ada petani yang menjadi peserta Asuransi Pertanian,” jelas Ismail.

Dijelaskan dia, untuk menjadi peserta Asuransi Pertanian ini, petani harus membayar sebesar Rp 180 ribu. “Karena kami  bekerjasama dengan PT Perpadi, dana Rp 180 ribu itu, Rp 144 ribu ditangung oleh pemerintah dalam hal ini PT Perpadi sedangkan Rp 36 ribu ditanggung oleh petani, jadi petani hanya bayar Rp 36 ribu,” terangnya.

Ditambahkan Ismail, manfaat dari Asuransi Pertanian ini sangat besar sekali bagi petani, sebab jika terjadi puso atau gagal panen, petani akan mendapat ganti rugi Asuransi sebesar Rp 6 juta/hektarnya.” Yang namanya bencana, hama penyakit, datangnya tidak menentu, kalau gagal panen misalnya akan dapat ganti Rp 6 juta/hektar, makanya saya harap para petani bisa mendaftar Asuransi Pertanian ini,” tuturnya.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikulutra dan Perkebunan Kabupaten Bangkalan mengharapkan setiap musim tanam petani supaya mendaftar Ssuransi Pertanian secara swadaya ke Pt Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). “Ya untuk mendaftar sebagainpeserta Asuransi Pertania  bisa melalui Dinas Pertanian,” pungkasnya. (hib/shb)