Petani Bangkalan Terpaksa Panen Dini, Tanaman Padi Banyak Yang Roboh  

Dirjen PSP saat meninjau tanaman Padi di bangkalan
Dirjen PSP saat meninjau tanaman Padi di bangkalan

Bangkalan, Maduranewsmedia.com– Hujan yang mengguyur Kabupaten Bangkalan dalam tiga hari terakhir ini menyebabkan tanaman padi petani banyak yang sudah tua banyak roboh. Untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar lagi, terpaksa para petani melakukan panen dini tanaman padi mereka. “Kalau tidak dipanen, bulir padi akan rusak dan busuk. Makanya dengan terpaksa dipanen, meskipun belum waktunya panen,” kata salah seorang Abdul, Selasa  (26/07/2016).

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Bangkalan, Abdullah Fanani di konfirmasi melalui Kabid Produksi Dan Tanaman Horticultura Geger Heri Susianto menjelaskan jumlah tanaman padi petani yang roboh akibat diguyur hujan deras tidak luasannya tidak banyak. “Dari hasil pendataan yang kami lakukan ada sekitar 50 Hektar sawah petani yang tanaman padinya roboh,” jelas Geger panggilan akrabnya Kabid Produksi Dan Tanaman Horticultura itu.

Dikatakan Geger, meskipun tanaman padi petani banyak roboh, akan tetapi tanaman padi tersebut tidak rusak. “Makanya petani yang tanaman padinya roboh melakukan panen dini untuk menghindari terjadinya kerugian yang lebih besar lagi,” tuturnya.

Oleh sebab itu kata Geger, pihaknya telah memerintahkan kepada mantri tani untuk melakukan pendataan terhadap petani yang tanaman padinya roboh dan menderita kerugian. “Saya telah menyampaikan kepada mantri tani kalau ada petani yang rugi akaibat tanaman padinya roboh segera didata,” jelasnya.

Adanya cuaca yang akhir-akhir ini sering terjadi hujan, pihaknya menyarakan kepada petani untuk melakukan tanam padi lagi, sebab diprediksikan curah hujan ini hingga nanti Bulan Desember. “Tapai saya juga menyarankan kepada Petani kalau menanam padi jangan banyak-banyak menggunakan urea, kalau terlalu banyak Urea-nya tanaman padi akan mudah roboh,” tutunya.

Ditambahkan Geger Dinas Pertanian dan Peternakan kabupaten Bangkalan kadatangan Deirketur Jendral PSP, Gatot dan BPTP Malang. “BPTP Malang dan Kasubid PSP langsung memantau tanaman padi yang roboh di kecamatan Burneh dan kecamatan Arosbaya. Total luasan tanaman padi yang roboh seluas 50 hektar,” pungkasnya. (hib/shb).