Petani Garam Bangkalan Hentikan Produksi 

petani garam saat panen

Bangkalan,maduranewsmedia.com— Akibat hujan  yang beberapa hari  belakangan ini mengguyur kabupaten bangkalan membuat petani garam di beberapa kecamatan menyetop produksi garam yang dilakukan sejak pertengahan bulan Juli lalu. “Karena hujan terus,  saat ini produksi garam dihentikan,” kata Kasi Kesehatan ikan,  Dinas Perikanan kabupaten Bangkalan, Edy Wiyono, Ahad (1/10/2017).
Dikatakan Edy Wiyono,  penghentian produksi garam itu dikarenakan air laut yang sudah tua itu akan kembali muda lagi setelah diguyur hujan. “Kalau kena hujan air tuanya itu muda lagi, secara otomatis kalau air lautnya muda lagi ya ngak jadi garam,” jelas Edy panggilan akrabnya.
Dijelaskan Edy,  sejak memasuki awal musim kemarau pada pertengahan bulan  Juli lalu,  para petani garam yang berada  di 5 kecamatan di kabupaten Bangkalan ini mulai berpoduksi. “Kita mulai Produksi garam sejak pertengahan bulan Juli hingga bulan Agustus,  produksi garam kita baru 571 ton,  dari luas lahan produksi seluas 178 tersebar di 5 kecamatan,”  terangnya.
Ke-5 kecamatan yang memproduksi garam itu kata Edy,  antara lain: kecamatan Tanjungbumi,  Sepulu, Klampis, Kwanyar dan kecamatan Kamal. “Jumlah petani garam di 5 kecamatan itu ada sekitar 400 orang yang terbagi menjadi 28 kelompok,” tuturnya.
Ditambahkan Edy,  sejak hujan turun sejak 5 hari yang lalu itu petani garam di sejumlah kecamatan berhenti produksi.”Kemarau tahun ini kita ngak capai target, target kita dari propinsi 17 ribu ton,  sementara kita baru memproduksi 571 ton.  Kita ngak capai target karena masa panennya lebih lambat yakni pada pertengahan bulan Juli,  kalau di Sumenep awal juli sudah berprosuksi,” pungkasnya. (hib/shb)
iklan 100x100