Petugas Dishub Bangkalan Mulai Kewalahan Hadapi Ribuan Eksodus Dan Santri Di Terminal   

para penumpang yang turun dari bis diterminal bangkalan langsung disemprot cairan disinfectan

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Petugas Dishub yang bertugas di terminal Bangkalan mulai kewalahan dalam melakukan pencegahan penyebaran virus Covid-19 dari ribuan eksodus dan santri yang diturunkan di terminal Bangkalan. “Teman-teman di  lapangan itu bertugas sejak dini hari hingga siang, tentunya kita kewalahan dan kelelehan melakukan pemeriksaan kesehatan ribuan penumpang yang masuk ke terminal bangkalan, suhu tubuh mereka harus diperiksa satu persatu,” kata Plt Kadishub Bangkalan, Moawi Arifin melalui Kabid Lalin Dishub Bangkalan, Ariek Moein, Senin (30/03/2020).

Dikatakan dia, sampai Senin dini hari pukul 04.30 WIB tadi, jumlah bus dari Jabodetabek yang masuk ke terminal bangkalan sudah 91 bus dengan jumlah penumpang 3.181 orang. “Semua  penumpang yang diturunkan di terminal bangkalan harus dilakukan pemeriksaan kesehatannya, ini kami lakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Covid-19,” jelas Arik sapaan akrabnya Kabid Lalin Dishub Bangkalan ini.

Dijelaskan Arik, pemeriksaan terhadap penumpang bus itu, karena dikuatirkan, jika ada 1 orang penumpang yang terpapar virus Covid-19, maka dikuatirkan akan menular kepada penumpang lainnya. “Namun Allhamdulillah sampai hari ini belum ada penumpang bus yang terpapar virus Covid-19,” terangnya.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penumpang bus yang diuturunkan diterminal bangkalan kata Arik, Dishub Bangkalan juga melakukan pendataan terhadap para penumpang. “Data penumang itu kita dapatkan dari PO Bus  yang tumoangi, jadi nanti data itu akan diberikan ke Kades agar supaya warganya yang baru pulang itu diisolasi terlebih dahulu selama 14 hari,” tuturnya.

Ditmabhkan Arik, selain para penumpang bus, dan bus Pariwisata, para santri yang dipulangkan dari pondok pesantren juga harus masuk ke terminal Bangkalan. “SOP-nya  kita mengarahkan semua angkutan penumpang, baik MPU, bus AKAP, AKDP ekonomi dan non ekonomi serta bis pariwisata serta armada yang mengangkut santri wajib masuk terminal.bangkalan. Setelah diterminal Bangkalan, para penumpang masuk ke bilik  disifectan untuk sterilisasi, untuk angkutan bus-nya disemprot cairan disinfectan di luar dan didalam.bus,” katanya.

Sterilisasi terhadap penumpang di terminal Bangkalan ini imbuh Arik, merupakan SOP yang harus dilaksanakan didalam mengantisipasi penyebaran virus Covid-19. “Sterilisasi terhadap penumpang ini kita lakukan sampai batas waktu yang belum ditentukan, sambil  menunggu petunjuk dari pimpinan,” pungkasnya. (hib/shb).