PHE WMO Dua Kali Raih Penghargaan Proper Hijau Dari Kementrian LH

program konservasi air melalui penggunaan biopori di desa Bandang Dajah

program konservasi air melalui penggunaan biopori di desa Bandang Dajah

Jakarta,Maduranewsmedia.com– Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) adalah operator dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Blok WMO dibawah SKK Migas yang dimiliki oleh Pertamina sejak 2011. Wilayah operasi PHE WMO terletak di sebelah Barat Daya Pulau Madura, Jawa Timur dengan luas area 1.666,26 km2. Target produksi minyak dan gas bumi PHE WMO tahun 2015 adalah 14.373 BOPD dan 110,83 MMSCFD. Selain kinerja produksi yang baik, PHE WMO juga berhasil meraih penghargaan PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungan Hidup pada tahun 2014. Dengan demikian, PHE WMO telah meraih penghargaan tersebut selama dua tahun berturut-turut sejak tahun 2013. “Penghargaan ini merupakan bukti komitmen PHE WMO dalam menjalankan operasinya telah melebihi standar peraturan lingkungan hidup yang ditetapkan pemerintah,” kata President/ GM PHE WMO Boyke Pardede disela-sela acara Indonesia Petroleum Association (IPA) di Jakarta Convention Center, Kamis (21/05/2015)

Salah satu wujud kepedulian lingkungan PHE WMO ditunjukkan pada pelaksanaan program konservasi air melalui penggunaan biopori bagi kelompok Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPAM) dan masyarakat pengguna air bersih di Desa Bandangdajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan. Madura Jawa Timur. Program konservasi sumber daya air melalui penggunaan biopori yang dikembangkan PHE WMO ini merupakan kelanjutan dari program air bersih yang telah dijalankan sebelumnya di Desa Bandangdajah, dengan hasil pencapaian berupa kemandirian kelompok. Program Air Bersih Desa Bandangdajah yang telah dikelola secara mandiri oleh kelompok HIPAM telah dirasakan manfaatnya oleh lebih dari 400 kepala keluarga. Program itu kini juga sudah menyebar ke dua desa tetangga lainnya, yakni Desa Tanjungbumi dan Desa Telaga Biru di Kecamatan Tanjungbumi, Bangkalan.

Selain melibatkan HIPAM dan anggota masyarakat pengguna air bersih, dalam program biopori ini PHE WMO bekerja sama dengan Univesitas Trunojoyo Madura. Lubang resapan biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan yang bermanfaat untuk meningkatkan daya resapan air, meningkatkan kualitas serta kuantitas air tanah, bahkan mengatasi banjir. Keberadaan biopori bisa mendorong pemanfaatan sampah organik menjadi kompos dan mengatasi masalah yang ditimbulkan oleh genangan air, seperti timbulnya penyakit demam berdarah.(hib/shb)

 

 

 

iklan 100x100