Pihak UTM Tegaskan Surat Terbuka Ke Kapolda Jatim Terkait Aksi Begal Rugikan UTM

Wakil Retor III UTM, Agung Ali Fahmi

Bangkalan, maduranewsmedia.com- Surat terbuka yang viral di media sosial yang ditujukan ke Kapolda Jatim terkait aksi begal di kawasan Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang ditulis oleh mahasiswa UTM bernama Achmad Ghazali, ternyata pihak UTM merasa dirugikan dengan adanya surat terbuka tersebut, bahkan mahasiswa yang mengirim surat terbuka itu bukan mahasiswa UTM. “Kita sangat dirugikan dengan surat terbuka itu, Ini kan memontem penerimaan mahasiswa baru, kami kuatir dengan adanya surat terbuka itu akan melahirkan kepanikan kepanikan baru di masyarakat  karena data data yang disajikan oleh pengirim surat tidak bisa dipertangung jawabkan,” kata Wakil Rektor III Universitas Trunojoyo Madura, Agung Ali Fahmi, Sabtu (29/06/2019).

Disamping itu, kata Agung Ali Fahmi, nama mahasiswa UTM yang mengirim surat terbuka ke Kapolda Jatim tersebut tidak ada dalam database di UTM. “Sudah kami dicek di database tidak ada nama mahasiswa itu, dan tentu kita menjadi bagian pihak yang dirugikan,  karena apa yang ditulis lepas dari substansi, makanya kita  mendorog agar kepolisia berindak tegas,” jelas Agung Ali Fahmi

Dijelaskan dia, Kalau masyarakat mau berpatisipasi dengan baik terhadap tugas- tugas kepolisian, sebaiknya ditulis dengan nama yang transparan saja. “kita transparan saja, nama, alamat saya pikir itu jauh lebih baik dan bisa dipertagung jawabkan, alau untuk surat terbuka ke kapolda Jati ini saya tegaskan bukan mahasiswa UTM, kami tidak menemukan inisial itu dan di angkatan itu di database kami, tidak ada sama sekali nama itu,” terangnya.

Apalgi kata Agung Ali Fahmi, Kalimat “seringkali”  dalam surat terbuka itu akan menimbulkan kepanikan kepada masyarakat.  “Kalau sering, kalimat sering itu kan melahirkan kepanikan kepada masyarakat, kita melihat upayanyang dilakukan  kepolisiaan sudah jauh lebih  baik, mendirikan Pos selama 24 jam, patroli, makanya mari kita tingkatkan berdasa sama tim keamanan dari UTM dan tokoh masyarakat, saya  harap  dengan adanya isu ini, masyarakat tidak menjadi panik dan tidak kuatir melaksanakan aktivitas kesehariaannya,” katanya

Yang jelas kata Agung Ali Fahmi, pihak kampus UTM tetap akan mendukun upaya yang dikalukan Polres bangkalan untuk menumpas kasus begal dikawasan UTM. “Pada prinsipnya UTM mendukung penuh apa yang akan dilakukan pihak kepolisian selama ini,” pungkasnya. (hib/shb)