PT Semen Indonesia Targetkan  6.000 Tenaga Konstruksi Bersertifikat

 

para Tukang saat mengikuti pelatihan
para Tukang saat mengikuti pelatihan

Gresik, Maduranewsmedia.com – Tenaga konstruksi menjadi mitra utama bagi PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. Para pekerja konstruksi adalah pengguna langsung semen (end user) sehingga sangat menentukan kinerja penjualan perseroan. Pekerja konstruksi memainkan peran sebagai pemberi pengaruh bagi pengguna jasa dalam berbelaja produk semen.

Sebagai salah satu strategi untuk mempertahankan market share sekaligus menjaga loyalitas pelanggan yang dalam hal ini diwakili pekerja konstruksi, perusahaan secara kontiniu menggelar kegiatan yang ditunjukkan untuk pekerja konstruksi. Salah satunya diwujudkan dengan kegiatan pelatihan dan sertifikasi tukang 2015 untuk wilayah Gresik dan Sidoarjo yang digelar selama 3 hari Selasa-Kamis (11-13/8) di rumah makan The Legen, Gresik diikuti 100 peserta.

Kepala Biro Pelayanan Pelanggan Semen Indonesia Gathut Wicaksono mengatakan pelatihan dan sertifikasi tenaga konstruksi digelar sebagai bentuk wujud kepedulian PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dalam meningkatkan keahlian dan kapasitas tenaga konstruksi agar mampu bersaing di tingkat yang lebih tinggi. Selain itu upaya merangkul SDM bidang konstruksi ini menjadi langkah penting perusahaan dalam menyiapkan tenaga konstruksi sesuai standart yang memiliki potensi di bidangnya untuk menghadapi kedatangan Masyarakat Ekonomi Asean.

”Begitu pentingnya sertfikat ini karena kedepan setiap proyek yang dikerjakan mewajibkan tenaga konstruksi memiliki sertifikat. Nantinya dengan bekal pelatihan dan sertifikasi ini kami berharap peningkatan dari mereka yang semula hanya tenaga konstruksi biasa dapat meningkat menjadi mandor ataupun kontraktor suatu bangunan baik itu proyek milik pemerintah maupun swasta,”Ujar Gathut.

Hingga 2015 total tenaga konstruksi yang dibinaa PT Semen Indonesia (Persro) Tbk mencapai 11.342 orang dari berbagai daerah di Jawa, Kalimantan dan Bali. Lebih dari 5.500 tukang diantaranya telah tersertifikasi. Hingga akhir 2015 perusahaan mentargetkan ada 6.000 tenaga konstruksi yang tersertifikasi.

Dalam pelatihanitu perusahaan menggandeng Dinas Pekerjaan Umum (PU) Jawa Timur dan Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas). Sedangkan dalam pemberian sertifikasi perusahaan bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Sertifikasi tersebut meliputi uji teori, praktik dan wawancara.(hum/shb)