Ribuan Kartu Tani Milik Petani Di Bangkalan Banyak Yang Rusak

kartu tani

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Karena lama tidak digunakan sebanyak 7.341 kartu tani milik petani di kabupaten Bangkalan rusak. “Kartu tani ini rusak karena lama tidak digunakan oleh pemiliknya,” Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Bangkalan melalui Kabid Sarana dan penyuluhan Mohammad Ismail, Ahad (13/09/2020)

Dikatakan dia, ribuan kartu tani ynag rusak tersebut akan diperbaiki lagi agar bisa dipergunakan oleh pemiliknya. “Ribuan kartu tani yang rusak ini masih diperbaiki, agar nanti bisa dipergunakan pemiliknya,” jelas Ismail sapaan akrabnya  melalui Kabid Sarana dan penyuluhan.

Dijelaskan Ismail, program kartu tani ini diluncukrkan oleh pemerintah sejak tahun 2017 dan program ini di sosialisasikan sejak tahun 2018. “Manfaat dari kartu tani sangat banyak diantaranya untuk penebusan pupuk bersubsidi,” terangnya.

sebab kata Ismail, jika petani tidak memiliki kartu tani, maka petani tersebut tidak bisa menebus pupuk bersubsidi dari pemerintah. “Petani tidak. Bisaenembus kalau ngak menggunkan kartu tani, makanya kelompok tani harus betul betul valid dalam mendata petani sesuai dengan kebutuhan pupuk untuk lahannya,” tuturnya..

Saat ini kata Ismail, jumlah petani di kabupaten Bangkalan yang terdata dan memilik Rencana Definitif kebutuhan kelompok (RDDK)  67.200 petani, sementara jumlah kartu tani yang sudah terdata di bank BNI sebanyak 15.549 kartu tani. “Kartu yang sudah jadi sebanyak 22.820 kartu tani dan kartu tani yang siap pakai sebanyak 15.549 kartu tani,” katanya.

Kabid Sarana dan penyuluhan. Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Bangkalan mengharapkan agar supaya petani yang belum mengajukan pembuatan kartu tani segera mengajukan melalui PPL di ke kecamatan. (hib/shb)