Ribuan Pelayat Hadiri Pemakaman Pengasuh Ponpes Darul Hikmah KH Djauhari Aris

jenazah KH Djauhrai

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Ribuan pelayat menghadiri pemakaman KH Djauhari Aris Pengasuh Ponpes Darul Hikmah Langkap kecamatan Burneh kabupaten Bangkalan. Kiai kharismatik dan tokoh ulama di kabupaten Bangkalan ini mebinggal dunia Selasa (29/08) pukul 18.30 di rumah sakit Graha Amerta Surabaya. “Awalnya beliau hanya sakit kecepit saraf dan mau operasi, sebelum operasi dilakukan beliau dipanggil oleh Allah,” kata KH Nurudfin Abd Rahman yang tiada lain Kakak ipar dari Almarhum dari kiai Djauhari Aris.

Dikatakan dia, almarhum Kiai Djauhari meninggal dalam usia 73 tahun dengan meningalkan 6 orang anak, 4 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan. “Cucu beliau sudah 10 orang, jadi untuk penerusnya pimpinan ponpes Draul hikmah masyrakat orang tua santri tidak usah kuatir,” jelas Kiai Nuruddin yang juga pengasuh Ponpes Manbaul Hikam Tunjung ini.

Mantan anggora DPD RI menjelaskan,  selain meninggalkan 6 anak dan 10 orang cucu, almarhum Kiai Djauhari Aris ini juga meninggalkan sejumlah karangan kitab duiantaranya kitab Iddatul Farid, Fathul Millah, Fighussunah tarjemahan Sullamutaufiq. “Tital kitab karangan beliau ada 7 kitab, semoga kitab yang ditinggalkan menjadi ilmu yang bermanfaat,” terangnya.

Ditambhkan Kiai Nuruddin, Almarhum Kiai Djauhari ini selain pendri juga merupakan pengasuh Ponpes Darul Hikmah. “Dulunya Ponpes ini berasal dari surau yang didirikan oleh Kiai Sarqowi yang meupakan abah Beliu, dan ditangan Kiai Djauhari dijadikan ponpes yang dilengkapi dengan pendidikan formal, mulai SMP, Mts hingga perguruan tinggi,” tuturnya.

Meskipun Kiai Djauhari telah wafat, namun masyarakat dan para wali santri tidak perlu kuatir penganti dari Kiai Djauhari Aris. “Putra Beliau yang paling tua yaitu KH Bustomi Arisandhi, keponakan saya yang akan meneruskan perjuangan Kiai Djahauri dengan dibantu adik adiknya,” kata Nuruddin.

Jadi kata Nuruddin, KH Bustomi Arisandhi ini akan melanjutkan perjuangan kiai Djauhari untuk menegakkan pondok Pesantren darul Hikmah. Ini. “Jadi sekali mlagi kami harpa kepada orang tua dan wali santri untuk tenang, karena sekarang penganti dari Almarhum Kiai Djauhari sudah ada yaitu KH Bustomi Arisandhi,” ujarnya.

Pada kesempatan itu Kiai Nuruddin Abd Rahman meminta kepada Kiai Gahrib Mabrur dari Sarang jawa Tengah untuk mengukuhkan KH Bustomi Arisandhi sebagai pimpinan Pondok Pesantren Darul Hikmah dengan mengalungkan sorban dan menyerahkan tongkat estafet..

Tampak hadir dalam pemakaman Kia Djauhari Aris antara lain; Ketua MUI bangkalan, KH Syarifuddin Dmanhuri, Ketua PCNU bangkalan, KH Makki Nasir, Wakil Bupati terpilih, Moh Mohni, Kh Abd wahab Jazuli,  KH Gharib Mabrur dari Sarang,. KH kazuli Nur Lc. Kh Yusuf Pasuruan,  Kh Mudhari Mudabbir. Kh Syafik Rofii dan sejumlah Kiai kahrismatik bangklalan lainnya. (hib/shb).

iklan 100x100