Ribuan Warga Desa Klampis Barat Gelar Acara Rokat Tasek

warga desa Klampis barat saat acara rokat Tasek

Bangkalan, maduranewsmedia.com– Sekitar 2 ribu orang warga masyarakat desa Klampis Barat kecamatan Klampis kabupaten Bangkalan berbondong-bondong menghadiri acara Rokat Tasek. Acara tersebut digelar untuk melestarikan tradisi nenek moyang masyarakat desa Klampis Barat. “Tujuan dari Rokat tasek ini yang pertama  untuk mempertahankan tradisi dan adat istiadat yang telah dilakukan oleh nenek moyang kita dulu,  yang kedua untuk menyelamati desa dan yang ketiga Rokat Tasek ini adalah agenda rutin Masyarakat desa Klampis Barat yang akan dilaksanakan setiap dua tahun sekali,” kata Kades Klampis Barat, Drs H Hosnis Zaim Ghazy disela-sela acara Rokat Tasek yang digelar di Kampung Karang Anyar Desa Klampis Barat, Ahad (8/10/2017).

Dikatakan dia, dalam acara rokat Tasek ini seluruh warga desa masyaraka desa yang mayoritas berpofesi sebagai nelayan masing-masing  ini membawa tumpeng. “Ada sekitar 200 tumpeng lebih. Tumpeng-tumpeng itu sebelum dibawa ke tengah laut dikumpulkan terlebih dahulu di rumah saya untuk di bacain do’a,” jelas Hosnis Zaim.

Setelah tumpeng-tumpeng tersebut selesai di bacakan do,a kata Hosnis Zaim, kemudian tumpeng-tumpeng tersebut dibawa ke atas perahu lalu masyarakat memakan tumpeng di tengah laut bersama-sama. “Tadi itu perahunya ada sekitar 160 perahu, jadi tumpeng itu ngak dibuang ke laut tapi dimakan, kalau dibunag ke laut kan Mubadzir,” terangnya.

Dijelaskan Hosnis Zaim selain tumpeng yang dimakan oleh peserta rokat Tasek, ada memang replika tumpeng raksasa yang dilarung ke laut lepas. “Tumpeng replika raksasa itu terbuat  dari bambu memang dilarung ke laut, tapi tumpeng yang asli dimakan,” tuturnya.

perahu Nelayan Klampis Barat dihias

 

Ditambahkan Hosnis Zaim, jika melihat antusias masyarakat desa Klampis Barat yang hadir dalam acara rokat tasek itu, agenda rutin 2 tahunan tersebut bisa menjadi destinasi wiasat lokal di desa Klampis Barat. “Karena Rokat Tasek yang kami gelar ini tidak lepas dari ajaran Islam, insya Allah Rokat Tasek ini bisa dibuat wisata lokal,” katanya.

Pelaksanaan rokat tasek ini kata Hosnis Zaim, tergantung dengan cuaca, jika masih musim angin dan gelombang besar masyarakat tidak melaksanakan rokat tasek. “Biasanya acara rokat Tasek ini bisa dilaksanakan antar abulan September hingga bulan Nopember, karena biasanya pada bulan buan itu cuaca dilaut enak karena tidak ada agin dan ombak besar,” pungkasnya.

Camat Klampis, Dedi Suherman Arif mengatakan, pelaksanaan rokat tasek untuk melestarikan tradisi nenek moyang suatu hal yang bagus. “Rokat Tasek ini agenda yang bagus seklai, dan kami sangat mendukung kalau Rokat tasek ini akan dijadikan wisata lokal dan wisata unggulan dari kecamatan Klampis,” kata Dedi panggilan akrabnya Camat Klampis tersebut.

Dikatakan Dedi selain desa Klampis Barat, yang biasa melaksanakan rokat Tasek ini adalah desa Klampis Timur. “Kecamatan Klampis ini kan ada desa yang memilik pantai, jadi daerah-daerah pesisir di klampis seperti desa Klampis Barat dan desa Klampis Timur ini memang sering mengadakan acara Rokat Tasek,” terangnya. (hib/shb)

iklan 100x100