Sampah Di TPA Buluh Membludak, FKPS Ngeluruk Kantor DLH

massa FKPS saat ngelruk kantor DLH

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Puluhan massa yang menakan diri Forum Komunikasi Pemuda Socah (FKPS) ngeluruk ke kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Bangkalan. Kedatangan mereka untuk memprotes membludaknya sampah di  Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di desa Buluh kecamatan  Kamal kabupaten Bangkalan. “Kami sudah konfirmasi ke perangkat desa tentang masalah ini akan tetapi tidak ada penindakan maka dari itu, kami datang ke kantor ini untuk ijin peninjauan Lokasi di TPA Buluh, dan ternyata benar DLH tidak bisa menunjukkan bukti izin peninjauan lokasi itu,” teriak koorlap aksi FKPS, Oktavian Ismail Jamil saat orasi di lobi kantor DLH Bangkalan, Kamis (20/02/2020)

Selain menanyakan ijin peninjauan lokasi TPA didesa Buluh, pihaknya akan menutup TPA tersebut. “Masalah yang paling mendesak adalah penutupan TPA Buluh,  kami akan lakukan penutupan TPA buluh  besok setelah solat jum’tan,” kata Oki panggilan akrabnya Oktavian Ismail Jamil.

Dikatakan Oki,  adanya sampah yang Membludak di TPA Buluh  yang tanpa pengolahan sangat merugikan masyrakat. “Dampak dari sampah yang hanya dibakar tanpa diolah ini menyebabkan bau nya itu menyebar ke pemukiman warga, apalagi di musim penghujan seperti sekarang dan itu juga menyebabkan penyakit,” tuturnya

Sementara itu sekretaris dinas lingkungan hidup kabupaten Bangkalan Joni Artiono kepada pengunjuk rasa menyatakan, pihaknya salut terhadap adanya perhatian masyarakat terkait masalah sampah ini. “Kami salut atas adanya perhatian warga terkait sampah, dan kami juga berusaha semaksimal mungkin untuk menangani masalah ini,” kata Joni Artiono.

Untuk menangani masalah sampah di TPA Buluh itu kata dia, pihaknya sudah membentuk tim.”Yang pertama kami sudah membentuk UPTD dalam pengolahan sampah TPA dan pejabatnya sudah ada, akan tetapi kami masih kekurangan sarana dan prasana, maka UPTD nya masih berada di kantor DLH ini, “ jelas Joni Artiono.

Sekkretaris DLH ini berjanji akan segera melengkapi sarana dan prasana  yang dibutuhkan UPTD. “Kami juga sudah bekerja sama dengan Japan Cooperation International Agency dan kami sudah melakukan survey untuk melakukan pengelolaan sampah di wilayah regional Gerbang kertosusila,” tuturnya.

Survey itu kata Joni, sudah dilakukan mulai dari bulan Oktober 2019 sampai dengan bulan September 2020 ini. “Makanya kami akan memaksimalkan sarana dan prasarana yang ada di TPA Buluh misalnya kami akan melakukan pengadaan buldozer,  bego dan truk kompreter dan itu semua kami  sudah menganggarkannya di tahun ini akan tetapi masih dalam proses dan kami berharap pada  triwulan pertama sudah terealisasi,” pungkasnya. (ver/shb)