Sejumlah Desa Di Bangkalan Mulai Alami Kekeringan, Pemkab Droping Air Bersih

Bupati Bangkalan R Abd Latif Amin saat memberangkatkan bantuan air bersih untuk desa  terdampak kekeringan

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Memasuki musim kemarau ini, sejumlah desa di kabupaten Bangkalan mulai mengalami kekeringan. untuk meringankan beban masyarakat desa terdampak kekeringan, pemkab bangkalan melakukan droping air bersih. “Pemberian bantuan air bersih gratis ini sebagai bentuk respon pemerintah kabupaten bangkalan dimana sekarang ini terdapat daerah yang mulai terdampak kekeringan,” kata Bupati Bangkalan, R Abd Latif Amin Imron, disela-sela  Acara pemberangkatan armada bantuan air bersih gratis untuk daerah terdampak kekeringan, di Pendopo Agung, Senin (31/8).

Dikatakan dia, memasuki musim kemarau ini, sudah ada beberapa kecamatan yang melapor ke BPBD sehingga pemerintah kabupaten Bangkalan melalui OPD terkait mengambil langkah-langkah memberi bantuan air gratis kepada masurakat. “Mudah mudaha ini bantuan ini bermanfaat,” jelas Ra Latif sapaan akrabnya Bupati Bangkalan ini.

Dijelaskan Ra Latif, pada tahun ini BPBD bangkalan telah melakukan pemetaan terhadap daerah terdampak kekeringan. “Ada 85 desa yang tersebar di 13 kecamatan yang masuk daerah berpotensi terdampak kekeringan, makanya hari ini kita lakukan draping air bersih agar dampaknya tidak meluas, walaupun saat ini kami masih menangani bencana non alam,yaitu  covid-19,” terangnya.

Ditambahkan Ra Latif,  armada bantuan air bersih gratis bagi daerah terdampak kekeringan yang diditribusikan sebanyak 2 tangi untuk 2 desa di kecamatan Kokop dan 2 tangki untuk desa Padurungan dan desa Pangleyan kecamatan tanah Merah. “Hari ini armada yang diberangkatkan untuk kecmatan kokop dan kecamatan Tanah Merah yang terdampak kekeingan, selanjutnya akan didistribusikan ke daerah-daerah terdampak kekeringan yang lain di kabupaten Bangkalan,” tuturnya.

Sementara itu Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Morris menjelaskan, untuk bantuan droping air bersih ini pihaknya telah menyediakan anggaran Rp 100 juta. “Sebelum refousing kami siapkan Rp 150 juta, Nanti kalau tidak cukup kami sudah koordinasi dengan BPBD jatim dan akan di back-up dari propinsi,” pungkasnya. (hib/shb)