Selain Virus Covid-19, Penyakit DBD Harus Diwaspadai, Terdapat 31 Kasus DBD Di Bangkalan 1 Orang Meninggal

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Maryamah

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Selain Virus Corona (Covid-19) masyarakat juga perlu mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), sebab  selama kurun waktu sejak bulan Januari hingga bulan bulan Mei 2020 terdapat 31 kasus DBD di kabupaten Bangkalan. Dari puluhan kasus DBD tersebut, 1 orang pasien asal kecamatan Arosbaya meninggal dunia. “Pasien DBD yang meninggal itu terjadi pada bulan April tahun 2020,” kata   Kepala  Dinas Kesehatan kabupaten bangkalan, H Sudiyo, S,Kep, Ns, MM melalui Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM), Hj Maryamah, Rabu (01/07/2020).

Dikatakan dia, pada bulan Januri hingga saat ini trend kasus DBD mulai menurun. “Pada Januari ada 12 kasus DBD, bulan Pebruari ada 14 kasus, Bulan Maret ada 4 kasus dan bulan April laporan yang masuk baru ada 1 kasus,” jelas Maryamah.

Dijelaskan dia, kasus DBD itu biasanya trennya meningkat terjadi antara bulan Oktober, Nopember dan bulan Desember. “Pada bulan-bulan itu biasanya trennya tinggi, karena pada bulan itu musim penghujan,” terangnya..

Ditambahkan Maryamah, Dinas Kesehatan kabupaten Bangkalan tetap melakukan Foging atau pengasapan. “Ya kalau ada yang positif DBD dan kita sudah melakukan penyelidikan epidemologinya (PE) harus dilakukan foging, namun foging pada masa pandemi Covid-19 ini tetap memperhatikan protokol kesehatan,” tuturnya..

Agar supaya masyarakat tetap terhindar dari penyakit DBD ini, Dinkes Bangkalan terap menganjurkan masyarakat untuk tetap melaksanakan gerakan P3M serta Gerakan Satu rumah satu Juru pemantau jentik (Jumantik). “Kita tetap menganjurkan agar masyarakat tetap hidup bersih dan sehat dengan gerakan P3M,” pungkasnya. (hib/shb) .