Seperti Inilah Perjuangan Seorang Ustad Di Desa Klapayan Bangkalan Dalam Menyelamatkan Santrinya Dari Bahaya Covid-19

ruang kelas santri disemprot dengan cairan Disinfektan

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Lelaki yang duduk di pojok gardu itu berusia sekitar 40 tahun, asap rokok terus mengepul dari mulutnya, matanya terus menatap para santri yang bermain di halaman sekolah Madrasah diniyah yang hanya memiliki dua lokal dengan tatapan kosong. Lelaki itu adalah Pengurus Yayasan Al Haud Sejahtera desa Klapanyan kecamatan  Sepulu kabupaten Bangkalan Ustad Abd Aziz. dimasa pandemi Covid-19 ini dia tengah memutar otak bagaimana para santri yang tengah menimba ilmu di Madrasah Al Hikmah yang dia kelola tidak ada yang terpapar virus Corona Covid-19 dengan mematuhi protokol kesehatan sesuai anjuran pemerintah seperti para santri Madrasah di kota.

Maklum,  Madrasah Al Hikmah itu terletak di sebuah desa terpencil yang  dikelilingi perbukitan, santri yang menimba ilmu di Madrasah itu dari kalangan anak petani yang hasilnya hanya cukup untuk makan sehari hari. “Jangankan untuk membelikan masker anaknya, sebab hasil taninya hanya bisa dibuat makan sehari-sehari,” tutur Aziz sambil menyedot rokok kreteknya dalam dalam.

Sejak awal masa pandemi Covid-19 pada bulan Maret 2020, lelaki dengan tiga orang anak ini terus berupaya bagaimana 50 orang santri Madrasah Al-Hikmah yang berada dibawah naungan Yayasan Al Haud Sejahtera bisa mengikuti anjuran pemerintah untuk mematuhi protokol kesehatan paling tidak para santrinya bisa memakai masker dan menjaga jarak.”Saya hanya bisa menghayal bagaimana santri-santri Madrasah Al Hikmah ini bisa menjadi santri tangguh, namun semua itu masih menjadi angan-angan,” keluh Aziz sambil menyeruput kopi dalam cangkir yang sudah sisa ampasnya.

sambil memperbaiki kopyah hajinya yang sudah lusuh, pengurus Yayasan Al Haud Sejahtera ini pernah menganjurkan kepada para santrinya untuk memakai masker, namun anjuran yang disampaikan hanya membentur dinding Madrasah. “Sepertinya saya sudah kehabisan cara untuk membuat para santri disiplin terhadap protokol kesehatan, tapi mau bagaimana lagi kalau kondisinya sudah seperti ini,” tutur Aziz dengan suara lirih.

Tampaknya keinginan pengelola Madrasah Diniyah Al-Hikmah di dusun Pelenggian yang  berdiri sejak tahun 1983 sudah membuncah untuk mendisiplinkan santrinya mematuhi prokol kesehatan, Aziz kemudian menstater motor bututnya yang diparkir dipojok rumahnya dan berangkat ke kantor Kementrian agama kabupaten Bangkalan untuk curhat terkait prokes terhadap santrinya.


Hingga akhirnya upaya yang dilakukan Aziz tidak sia-sia, Madrasah Diniyah Al-Hikmah memperoleh bantuan Biaya Operasional Pendidikan (BOP)  dengan bantuan itu, dia kemudian membeli masker untuk santri-santrinya serta sarana protokol kesehatan lainnya seperti alat ukur suhu thermogun dan hand sanitazer.

ketika jarum panjang jam menunjuk pada angka 5, lelaki yang sudah puluhan tahun mengelola Madrasah diniyah itu matanya berkaca-kaca sambil menatap santri-santrinya pulang dengan memakai masker. “Alhamdulillah saya bisa menyelamatkan santri dari bahaya Covid-19,” tutup Aziz sambil membuang rokoknya yang sudah habis (sohib)