Sering Dianiaya Ibu kandungnya, Bocah 7 Tahun  Tinggalkan Rumah

 

Taufik tengah dibawa petugas ke Mapolres Bangkalan

Taufik tengah dibawa petugas ke Mapolres Bangkalan

Bangkalan,Maduranewsmedia.com– Nasib nahas menimpa Taufik (7) warga kampung Sabe Kelurahan Bancaran, kecamatan kota kabupaten Bangkalan Madura Jawa Timur. Bocah yang mempunyai keterbelangan mental ini lari meninggalkan rumah dengan luka sulut rokok hampir di sekujur tubuhnya, diduga bocah malang ini meninggalkan rumahnya karena sudah tidak tahan menerima perlakuan kasar ibunya. Bocah tersebut kesasar dan ditemukan warga kampung Lebban kelurahan Bancaran pada malam hari,  Taufik kemudian diamankan disalah satu rumah warga Kampung Lebban.

Lurah Bancaran, Akbar Ayatullah, menjelaskan, pada saat bocah itu diamankan, warga yang penasaran warga kemudian menanyakan penyebab luka ditubuhnya, alangkah terkejutnya warga ketika  bocah malang itu mengaku telah dipukuli oleh ibunya, dicambuk dengan kabel dan disunlut dengan rokok. Mendengar pengakuan mengejutkan dari bocah itu, Rabu pagi, (13/05/2015) warga  beramai-ramai mengantarkan bocah itu ke kantor Kelurahan Bancaran. karena di duga kuat bocah yang diduga memiliki keterbelakangan mental itu menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga. “Karena bukan wewenang kami, akhirnya kami lapor ke polisi,” kata Akbar Ayatullah, Rabu, (13/05/2015).

Setelah menerima laporan dari Lurah Bancaran itu,  kemudian Reskrim Polres Bangkalan langsung menuju lokasi. Namun polisi sempat kesulitan untuk mengevakuasi Taufik, karena Bocah berkepala plontos tersebut tampak ketakutan saat melihat orang baru dan takut melihat rokok yang menyala. Bocah itu baru mau dibawa polisi setelah dibujuk dibelikan es krim dan makanan ringan.

Bocah malan gitu menderita luka di punggung,  tangan, lengan dan telinga sebelah kiri terdapat luka akibat sundutan rokok. Sedangkan pada betis, paha dan dada terdapat luka memar memanjang diduga akibat cambukan kabel.

Sampai saat  ini polisi belum mengambil  langkah atas kasus tersebut, meskipun sudah ada bukti bekas kekerasan ditubuh bocah tersebut. “Omongannya korban, belum dapat dijadikan bukti, karena diduga keterbelakangan mental,”  kata Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak, Polres Bangkalan, Ajun Inspektur Satu Endang Widiyaningsih

Dikatakan Endang, Untuk sementara  polisi akan mencari tahu dimana tempat tinggal sebenarnya bocah malang  itu, setelah diketahui, polisi baru bisa mencari tahu siapa pelaku penganiayaan terhadap korban. “Anggota masih di lapangan untuk memastikan tempat tinggal Taufik,” pungkasnya. (hib/shb)

iklan 100x100