Sosialisasi SIMDAK Pada 718 Lembaga PAUD Penerima BOP Tahun 2020 Tuntas

Bunda PAUD kabupaten Bangkalan Zainab Zuraidah bersama Kabid PAUD dan PNF, Hj Soelistijawati

Bangkalan,maduranewsmedia.com- Pelaksanaan sosialisasi Sistem informasi dana alokasi khusus (SIMDAK) pada 718 lembaga Pendidikan anak Usia Dini (PAUD) penerima Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) tahun 2020 yang tersebar di 18 kecamatan tuntas. Pelaksanaan Sosialisasi SIMDAK itu dimulai pada tanggal 18 hingga tanggal 27 Januari 2021.  Pelaksanaan sosialisasi dimulai dari kecamatan Labang dan di akhiri di kecamatan Modung. “Alhamdulilah pelaksanaan sosialisasi SIMDAK yang kita lakukan bersama Bunda PAUD Ibu Zainab Zuraidah berjalan lancar,” kata  Kabid PAUD dan Pendidikan Non Formal (PNF) Dinas Pendidikan kabupaten Bangkalan,Dra Hj Soelistijawati, Senin (01/02/2021)

Dikatakan dia, tujuan dari pelaksanaan sosialisasi SIMDAK ini agar supaya lembaga PAUD penerima BOP bisa membuat laporan secara online melalui aplikasi yang sudah disediakan. “Kalau dulu laporannya kan manual, sekarang  Setiap lembaga PAUD penerima BOP harus membuat laporan melalui aplikasi itu,” jelas Tya sapaan akrabnya Kabid PAUD dan PNF Dinas Pendidikan kabupaten Bangkalan ini.

Sebab kata Dia, apabila lembaga PAUD penerima BOP tahun 2020 ini tidak membuat laporan melalui aplikasi yang telah disediakan, maka lembaga PAUD itu tidak akan memperolh bantuan BOP pada tahun berikutnya. “Kalau ngak melapor kan ngak dapat bantuan lagi,” terangnya.

Sementara itu, Bunda PAUD kabupaten Bangkalan yang juga Ketua tim penggerak PKK Kabupaten Bangkalan, Zainab Zuraidah  menyatakan bahwa lembaga PAUD merupakan layanan pendidikan yang ditujukan kepada Usia Dini umur 0-6 tahun. “Masa “GOLDEN AGE” Periode emas artinya tahapan pertumbuhan dan perkembangan yang paling penting pada masa awal kehidupan Anak,” kata Zainab Zuraidah.

Oleh sebab itu kata Dia, bagaimana tugas orang tua atau pendidik PAUD untuk   menyetop kekerasan pada anak, menanamkan kejujuran sejak dini, menanamkan kemandirian pada anak dan mengajarkan anak berdagang sejak dini  serta  mengajarkan anak untuk berahlaqul Karimah.


Selain  itu, Bunda PAUD Zaenab juga mengajak Pendidik  PAUD untuk memutus mata rantai nasib buruk  untuk menjadi lebih baik. “Mari menjadi manusia yang bahagia untuk diri sendiri dan menjadi penebar bahagia untuk orang lain yang ada di sekitar kita,” tuturnya.

Bunda PAUD Kabupaten Bangkalan mengharapkan,  agar pendidik atau  Guru PAUD selalu meningkatkan Kualitas (mutu)  bukan Kuantitas lagi  Baik itu pembelajarannya atau SDM pendidik  melalui berbagai kegiatan baik yang sifatnya pelatihan-pelatihan. peningkatan kreatifitas pendidik. “Sebagai seorang pendidik atau  kader harus Handal  atau tahan banting,” pungkasnya. (hib/shb) .