Takut Di Covidkan, Di Bangkalan Banyak Orang Yang Tidak Mau Berkunjung Ke Rumah Sakit

Direktur Rumah Syamrbau Bangkaan, dr Nunuk Kristiani

Bangkalan,maduranrewsmedia.com– pada masa virus Corona Covid-19 ini, kunjungan ke rumah sakit Syarifah Ambami Rato Ebu (Syamrabu) Bangkalan menurun. Hal itu disebabkan masyarakat kuatir pada saat berkunjung ke rumah sakit di covidkan, sehingga banyak pasien terlambat  datang ke rumah sakit. “Saat ini banyak pasien takut berobat ke rumah sakit, karena takut di covid kan, sehingga datangnya sudah terlambat, seperti pasien  penyakit jantung, liver dan kencing manis,” kata Direktur Rumah sakit Syamrabu Bangkalan, dr Nunuk Kristiani saat hearing dengan komisi gabungan di ruang banggar DPRD Bangkalan, Rabu (10/06/2020).

Meskipun demikian kata dr Nunuk Kristiani, rumah sakit Syamrabu bangkalan masih kewalahan menerima pasien menangani pasien Covid-19. “Untuk pasien Covid-19 ini kami menyediakan 74 bed, pasien Covid di rumah sakit samrbau numpuk sehingga banyak pasien yang kita pulangkan dan ada dikirim ke balai diklat untuk menjalani isolasi,” jelas Nunuk sapaan akrabnya Direktur Rumah Sakit Syamrabu Bangkalan ini.

Dijelaskan Nunuk, Pasien PDP yang di rawat di Rumah sakit Syarmbu jumlahnya cukup tinggi dan grafiknya semakin meningkat.”Pasien-pasien ini sebelumnya datang dan berobat ke rumah sakit swasta, seperti RS Lukas dan RS Ana Medika,” terangnya.


Hal senada disampaikan oleh Wakil Direktur Rumah sakit Syamrbau, dr Farhat. “Banyak orang yang tidak mau berkunjung ke RS. Makanya angka kematian di kabupaten bangkalan tinggi. Tapi saya saya ngak tahu apakah kematian itu disebabkan oleh virus Covid-19 atau penyakit lainnya,” katanya.

Sebab kata dia, dari data yang ada, angka kematian yang ada di kabupaten bangkalan baik sebelum ataupun sesudah pandemi Covid-19 angkanya sama.(hib/shb)