Tanggal 21 September SMA Dan SMK Di Bangkalan Akan Mulai Pembelajaran Tatap Muka Secara Serentak





Kasi SMA,PKLK, Cabdin Wilayah Bangkalan, Moh Fauzi

Bangkalan,maduranewsmedia.com-Jika tidak ada perubahan, tanggal 21 September tahun 2020 ini SMA dan SMK di kabupaten Bangkalan akan mulai melakukan pembelajaran tatap muka secara serentak. “Pak Kacabdin Wilayah bangkalan sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kadisdik propinsi jatim, Insya Allah dalam waktu dekat ini akan ada informasi atau akan ada Pergub Jatim tentang dimulainya pembelajar tatap muka, kemungkinan akan dibuka  semua,” kata Kasi SMA,PKLK, Cabdin Wilayah Bangkalan, Moh Fauzi, Senin (07/09/2020).

Namun kata dia, untuk sebelum pembelajaran tata muka ini dimulai, pihaknya masih akan melakukan koordinasi dengan pemkab Bangkalan. “Kita tetap koordinasi dengan pak Bupati dan Satgas Covid-19 kabupaten Bangkalan,” jelas Fauzi sapaan akrabnya Kasi SMA PKLK cabdin Wilayah Bangkalan ini.

Dijelaskan Fauzi, dalam uji coba pembelajaran tatap baik tahap pertama maupun tahap kedua tetap mengunakan protokol kesehatan Covid-19. “Dan nanti ketika pembelajaran tatap muka dibuka  aturannya tetap sama, memang kemarin pada uji coba masih 25 persen dari jumlah siswa, ada pertanyaan apa boleh 50 persen dari jumlah siswa, dijawab boleh, karena kalau 25 persen pengaturannya agak ribet, tapi kalau 50 persen, lebih fleksibel dalam pengaturan kelas-nya,” terangnya.

Ditambahkan Fauzi, untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka tanggal 21 September ini pihaknya masih menunggu Pergub. “Ya kita mengikuti apa yang ada di pergub itu nanti, juga nanti akan ada SE dari kadisdik, tapi sesuai dengan arahan dan rapat koordinasi akan ada tambahan dari zona yang udah kita tentukan. bisa semua sekolah SMA dan SMK di bangkalan, tapi kita akan tetap berkoordinasi dengan Pak Bupati satgas Covid-19 kabupaten, apabila nanti dari satgas Covid-19 kabupaten tidak ada permasalahan, maka tetap lanjut dan kalau pergub sudah turun, kita akan menyurati sekolah-sekolah  sebagai tindak lanjut untuk dimulai pembelajaran tatap muka,” tuturnya.

Ketika ditanya terkait dengan pelaksanaan  uji coba pembelajaran tatap muka di SMA dan SMK Tanjungbumi ? “Uji Coba berjalan lancar, semua orang tua siswa merasa senang, anak anak juga hampir 99,9 persen menginginkan pembelajaran tatap muka, mereka mungkin sudah jenuh dengan pembelajaran daring itu,” katanya.

Dengan akan dimulai pembelajaran tatap muka pada tanggal 21 September nanti, Cabdin wilayah Bangkalan mengharapkan berjalan lancar dan tidak muncul kluster covid-19 dari pendidikan. “harapan kita mudah-mudahan tidak ada kluster baru,” ujarnya.

maka dari itu kata Fauzi, pihaknya meminta kepada sekolah agar supaya ketat dalam melaksanakan protokol kesehatan. “Kita agak ketat dalam menerapkan protokol covid di sekolah, ketika pembelajaran tatap muka nanti dimulai, di sekolah tidak ada istirahat, jarak atar siswa dalam satu kelas itu jumlahnya terbatas, jumlah siswanya tidak boleh melebih 18 siswa, tidak ada kantin buka,siswa  yang datang langsung disemprot dengan cairan Disinfektan ketika masuk ke kelas harus cuci tangan, pulangnya juga disemprot, dan ada satgas di tingkat sekolah. Satgas ditingkat sekolah ini yang akan mengawasi siswa, kalau ada indikasi ada siswa berkumpul satgas sekolah ini yang mengingatkan,” pungkasnya. (hib/shb)