Tradisi Lok Colok Digelar Dimasa Pandemi Virus Corona Covid-19

tradisi Lok-Colok

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Meskipun dimasa wabah virus Corona (Covid-19), anak-anak warga kampung Du-ur desa Langkap kecamatan Burneh kabupaten bangkalan tetap menggelar tradisi Lok-colok. Tradisi yang berlangsung secara turun temurun ini dilaksanakan setiap malam 21 bulan Romadan. “Alhamdulillah meskipun tidak semeriah pada tahun sebelumnya karena dimasa wabah virus Corona, namun anak-anak tetap melaksanakan tradisi Lok-Colok,” kata  pemuda Gerdimor desa Langkap, Helmi, Rabu (13/05/2020).

Dikatakan dia, tradisi Lok-colok digear setiap malam 21 Romadhan ini untuk mengingatkan pada masyarakat, bahwa sudah saatnya untuk menjemput malam lailtatul Qodar. “Ini tradisi yng sudah berlangsung secara turun temurun, dan anak-anak di kampung sini tanpa diperintah pasti melaksanakan tradisi ini,” jelas Helmi.

Dengan adanya lok-colok, masyrakat dikampung Gerdimor dan desa Langkap sekitar ingat bahwa, sudah tiba saatnya untuk menjemput malam lailatul qodar dengan memperbanyak ibadah dan iktikaf di masjid. “Jadi tradisi lok-colok ini banyak sekali tujuannya, sehingga setiap tahun pasti gelar,” terangnya.  

Namun kata dia, pelaksanaan tradisi lok-colok pada tahun ini tidak semeriah seperti pada tahun-tahun sebelumnya, selain karena masa wabah virus Corona, juga Romadhan tahun ini juga musim hujan. “Anak-anak kuatir habis magrib hujan, sehingga banyak anak-anak yang tidak membuat Colok atau obor,” kata Helmi yang juga Alumni STAiDHI ini.

Pemuda Gerdimor ini mengharapkan, traidsi Lok-clok ini tepa dilestarikan untuk mengingatkan masyarakat agar supaya menjemput malam lailatul qodar. “Ya kedepannya saya harap tradisi ini tetap terus dilestarikan,” pungkasnya. (hib/shb)