Ulama Madura Minta Kasus Penistaan Agama Tolikora Diusut Tuntas

Kiai dan santri saat istighosah

Kiai dan santri saat istighosah

Bangkalan, Maduranewsmedia.com- Ulama Madura yang tergabung dalam Aliansi Ulama Madura (AUM) meminta kepada Presiden Jokowi agar kasus Penistaan agama di Tolikora tidak terjadi lagi di Indonesia. “Penistaan agama yang terjadi di Tolikora, jangan sampai terjadi lagi, dan kami menghimbau ke pemerintah pusat agar kasus Tolikora harus di selesaikan secara hukum,” kata juru bicara AUM Mondir A Rofii, disela-sela acara Istighosah Peduli Muslim Tolikora di Masjid Syaikhona Kholil Bangkalan, Senin (11/08/2015)

Selain itu kata Mondir, untuk menuntaskan kasus Tolikora agar umat Islam tidak tersingung, maka Polisi harus menangkp aktor intelektual pembakaran masjdi di Tolikora itu. “Usut tuntas dan segera tangkap aktor intelektualnya,” jelasnya.

Lebih lanjut Mondir A Rofii menjelaskan, istighosah yang digelar AUM ini sebagai bentuk kepedulian ulama Madura terhadap muslim Tolikora. “Istighosah ini dilakukan secara serentak di masing-masing kabupaten di Madura dan di kabupaten Bangkalan ini istighosah terakhir,” tuturnya.

Dikatakan Mondir, digelaranya istighosah peduli Muslim Tolikora di empat kabupaten di Madura ini untuk membuktikan kepada Allah atas kepedulian Sesama Muslim atas kasus Tolikora, juga ingin membuktikan kepada dunia bahwa umat islam di dunia satu. “Makanya sekali lagi kami mendesak pemerintah menangkap pelaku dan aktor intelektualnya,” pungkas Ra Mondir sapaan akrabnya juru bicara AUM ini (hib/shb)