Unit PLN Cabang Bangkalan Bantah Lakukan Perkiraan Angka KWH Meter Pelanggan

Manager Unit PLN Cabang Bangkalan Pangky Yonkinata

Bangkalan,maduranewsmedia.com– PLN cabang Bangkalan disinyalir tidak melakukan pencatatan meteran KWH pelanggan didalam menentukan besaran tagihan kepada pelanggan setiap bulannya. Pasalnya, RHM salah seorang warga kota bangkalan yang tinggal di salah satu perumahan mengeluhkan adanya tagihan yang tidak wajar.  .”Tagihan yang saya bayar ke PLN cukup besar setiap bulannya, padahal setelah di cek di meteran KWH, seharusnya tagihan saya hanya puluhan ribu dan kemarin saya bayarnya berkisar Rp  500 ribu pihak PLN hanya mengganti meteran yang rusak, saya tidak mau uang saya juga harus kembali,” kata RHM kepada maduranewsmedia.com, Sabtu (29/02/2020)

Warga kota Bangkalan yang mengeluhkan pembayaran listrik PLN hingga puluhan juta karena tidak sesuai dengan angka yang ada pada KWH meter dirumahnya. Kemudian mendatangi kantor PLN cabang Bangkalan untuk meminta penjelasan.

Sementara itu, Manager unit PLN Kabupaten Bangkalan, Pangky Yonkinata ketika dikonfirmasi masalah tersebut menjelaskan, pihaknya tidak bisa memeriksa meteran ya ada di rumah RHM dikarenakan meterannya ada diarea rumah tertutup.”Meterannya ada didalam rumah jadi susah diperiksa, kita biasanya memeriksa setiap bulan, nah kalau ada kerusakan seperti ini kan tidak bisa terdeteksi karena mungkin pada saat petugas PLN memeriksa, rumah yang bersangkutan kosong dan area rumahnya  cukup tertutup jadi kami tidak bisa periksa, jadi  kami memakai metode rata-rata, bukan perkiraan,” jelas  Pangky  panggilan akrabnya Manager unit PLN Bangkalan ini

Jadi kata Pangki, kerugian dengan nominal yang telah disebutkan oleh pelanggan RHM adalah perkiraan saja.”Itu pelanggan yang mengestimasi kelebihannya segitu, padahal di kami bukan kelebihan jadi nanti kita hitung kembali berapa yang sudah dipakai, harus kita cek dan kita ukur dulu,” terangnya.

Pangki sudah menginstruksikan petugas PLN untuk mendatangi rumah RHM karena beberapa kali pihak yang mengaku dirugikan tidak kunjung mendatangi PLN Bangkalan..”Kami sudah menghubungi pihak keluarga itu, tapi tidak kunjung datang kemari, sehingga kami yang langsung menindak lanjuti kesana,” pungkasnya. (ver/shb)