UU ASN Diberlakukan Syarat Jabatan Kepala Dinas Semakin Sulit

pembinaan korpri

Bangkalan, Maduranewsmedia.com– Setelah undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) di berlakukan, untuk menduduki sebuah jabatan di lingkungan kantor pemerintahan harus melalui proses yang panjang dan berliku, untuk menduduki jabatan kepala dinas atau naik eselon dari eselon III ke eselon II, seorang ASN harus mempunyai angka kredit yang telah diatur dalam unfang-undang ASN tersebut. “Jadi kenaikan pangkat dilakukan selama 2 tahun sekali, dan dalam 1 tahun ASN harus mengikuti 40 jam mata pelajaran, makanya kedepan tidak ada lagi ASN (dulu PNS Red)  datang ujuk-ujuk minta jabatan, di didik dulu baru duduk (menduduki jabatan Red),” kata Sekdakab Bangkalan, Dr H Eddy Moeljono saat membuka acara pembinaan anggota Korpri kabupaten Bangkalan, di gedung PKPRI Bangkalan, Rabu (13/05/2015)

Dijelaskan dia, dalam undang-undang ASN ini, tidak ada lagi istilah kepala dinas, namun penyebutannya dirubah menjadi pejabat tinggi. “Ada tiga istilah penyebutan dalam UU ASN itu, ada pejabat tinggi, pejabt fungsional, dan pejabat administrasi,” jelas Yon panggilan akrabnya Eddy Moeljono.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan ASN, BKN pusat, Pepen Julia Efendi,menjelaskan UU ASN ini dibentuk  untuk menyikapi pekembangan dalam Birokrasi. “Dalam UU ASN ini  ada hal hal  yang penting, misalanya pengembangan komptensi, manajerial dan sosial kultural. Jadi ASN ini profesi dari PNS,” pungkas Pepen. (hib/shb)

iklan 100x100