Validkan Data Kemiskinan, Operator Dan Perangkat Desa Diberi Bimbingan Tehnis Verfal

para operator dan perangkat desa saat mengikuti bimtek Verfal

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Agar supaya data kemiskinan valid, dinas Sosial kbuapten bangkalan memberikan bimbingan tehnis verifikasi Faktual (Verfal) kepada operator dan perangkat desa se kabupaten Bangkalan.  “Tujuan dari bimbingan tehnis Verfal ini agar supaya data kemiskinan yang ada menjadi valid,” kata Kepala dinas Sosial kabupaten Bangkalan Taufan Zairinsyah melalui  Kabid Pemberdayaan Sosial, Didik Yunardi, Jum,at (12/04/2019).

Dikatakan dia, dengan verfal ini, data kemiskinan yang ada di kabupaten akan di validasi lagi. “Misalnya ada orang yang masuk dalam data kemiskinan meninggal dunia, maka datanya orang yang meninggal itu bisa diganti dengan orang lain, yang datanya sudah ada di daftar tunggu,” jelas Didik panggilan akrabnya Kabid Pemberdayaan Sosial itu.

Dijelaskan Didik, dengan Verfal data kemiskinan ini, para operator desa bisa mengganti atau menghapus orang yang sudah tidak miskin lagi. “Saat ini   141.837  Kepala Keluarga yang datanya ada dalam daftar  data kemiskinan. Nah jika ada masyarakat yang sudah tingkat ekonomi-nya ada perbaikan, dari pra Sejahtera naik menjadi sejahtera 1, maka dat orang tersebut bisa diganti dengan orang yang lebih berhak dan lebih miskin, atau data orang yang tidak ditemukan lagi karena pindah alamat atau meninggal dunia,  maka datanya bisa diganti dengan orang yang masih ada, agar kalau ada bantuan sosial tepat sasaran,” terangnya.

Ditambahkan Didik, peserta dari bimbingan tehnis Verfal ini adalah operator dan perangkat desa serta  petugas pencacah  dari masing masing desa.”Bimbingan tehniz ini dilakukan secara bergiliran dari masing-masing kecamatan. Setiap hari peserta-nya berbeda beda, hari ini dari Kecamatan Socah, besok giliran kecamatan Tragah dan selanjutnya kecamatan Labang,” tuturnya.

Dengan adanya Bimbingan Tehnis Verfal ini kata Didik, diharapkan, data kemiskinan valid. “Harapan kami verfal itu bukan untuk mengurangi kuota, akan tetap untuk memperbaiki data yang ada, sehingga bantuan tepat sasaran,  dasarnya dari kegiatan ini adalah adanya MoU Kemensos RI dengan  Kapolri, nah  ke bawah kita juga melaksanakan verfal agar update data lebih valid dan lebih tepat sasaran, dari pada ada bantuan A,B, C, D namun orangnya ngak ada, secara  otomatis kuota-nya berkurang,” pungkasnya. (hib/shb).