Wisata Reliji Makbaroh Syaikhona Kholil Bangkalan

Masjid Syaickhona Kholil

Masjid Syaickhona Kholil

Bangkalan,Maduranewsmedia.com– Masyarakat luar Madura yang berkunjung ke kabupaten Bangkalan sejak tersambungnya kota Surabaya dan pulau Madura dengan jembatan Suramadu semakin padat, namun mereka yang berkunjung ke kabupaten Bangkalan mengaku kebingungan untuk mencari tempat wisata meskipun hanya untuk melepas lelah bersama keluarga. Memang di kabupaten Bangkalan ada sejumlah tempat wisata, akan tetapi tempat-tempat wisata yang ada  saat ini sudah rusak dan tidak nyaman lagi untuk dijadikan tempat wisata, sebut saja, Pantai siring Kemuning di kecamatan Tanjungbumi.

Beruntung, meskipun tempat wisata hampir tidak ada, namun kabupaten Bangkalan masih memilik wisata reliji yaitu Pesarean Syaikhona Kholil Bin Abd Latif di Desa Martajesah kecamatan kota kabupaten Bangkalan. Makam kiai yang santrinya sudah banyak menjadi ulama besar di Indonesia itu, sering dengan beroperasinya jembatan Suramadu banyak dikunjungi oleh masyarakat yang datang dari seluruh Nusantara bahkan pengunjung pesarean Syakhona Kholil itu ada yang datang dari macanegara. “Kalau yang dari luar negeri itu, biasanya  dari Malaysia dan dari Singapura,” kata H R Hasbullah yang juga salah seorang keluarga dari Syakhona Kholil dan aktif mengkoordinasi kegiatan-kegiatan di pesarean tersebut.

Dikatakan dia, sejak ada jembatan Suramadu, kunjungan masyarakat ke pesarean Syakhona Kholil bin Abdul Latif dari tahun ke tahun terus meningkat. Jika pada hari-hari biasa masyrakat yang melakukan ziarah dan doa bersama di pesarean Syaikhona Kholil bin Abdul Latif tidak kurang dari 40 hingga 50 bis. “Kalau hari-hari biasa tidak begitu ramai, ya ada 40 hingga 50 bis,” jelas Ra Habusllah panggilan akrabnya.

Lebih lanjut Ra Hasbullah menjelaskan, kenjungan ke makbaroh syaikhona kholil itu meningkat pada hari Jum,at sore hingga pada hari minggu. Pada hari tersebut masyrakat yang berkunjung tidak kuirang dari 200 bis. “Saya tidak tahu kalau hari Jumat sore hingga Minggu itu kok rami sekali, mungkin karena liburan,” tuturnya.

Bahkan kata Ra Hasbullah, kunjungan ke pesarean Syaikhona Kholil itu sangat meningkat pada saat liburan sekolah dan menjelang bulan suci Romadhon. “Kalau menjelang bulan suci romadhon itu bisa tiga kali lipat dari hari-hari juma,at hingga Minggu sore, begitu juga saat liburan sekolah, ramai sekali,” katanya.

Namun kata Ra Hasbullah, kunjungan masyarakat ke pasarean Syaikhona Kholil itu mulai sepi setelah bulan Syawal, biasanya mereka yang berkunjung ke Makbaroh adalah penduduk lokal di kabupaten Bangkalan. “Ya mungkin orang-porang luar daerah lelah setelah puasa dan berlebaran, pada syawwal ini sedikit penziarah di pesarean ini,” ujarnya.

Untuk memberikan kenyamanan kepada para penziarah, dirinya telah melakukan banyak hal diantaranya menyediakan sarana-sarana ibadah, seperti tempat wudhuk, tempat ibadah dan lahan parkir serta menyediakan tempat perbelajaan minimarket yang berada di sekitar masjid Syaikhona Kholil. “Jadi untuk para penziarah kita sediakan semua kebutuhan-kebutuhan termasuk, kebutuhan untuk makan, semuanya ada di sekitar makbaroh dan kami sediakan,” paparnya.

Sementara untuk kebersihan masjid dan pesarean, Ra Hasbullah memanfaatkan masyrakat yang tinggal disekitar masjid dan para alumni pondo pesantren. “Yang membantu kami membersihkan areal masjid dan pesarean kami memnggunakan SDM yang tinggal disektar makam ba Kholil juga ada yang alumni ponpes jumlahnya sekitar 25 orang,” katanya.  (hib/shb)

 

iklan 100x100