Dinkes Bangkalan Gabungkan Kegiatan Rohani dan Medis

Bangkalan,MaduraNewsmedia.com-Tingginya rujukan ibu hamil dan ibu bersalin dari kabupaten Bangkalan ke Rs Dr Soetomo, Rs Soewandi, Rs Haji Surabaya serta rumah-sakit rumah sakit lain di Surabaya menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan kabupaten Bangkalan. Untuk menurunkan angka kematian ibu dan bayi ini, Dinkes Bangkalan membuat program penyelamatan ibu dan bayi oleh masyarakat Bangkalan, salah satu bentuk kegiatan yang dilakukan itu adalah mengabungkan antara kegiatan rohani dan medis.
“Kasus terbanyak dalam kematian ibu dan bayi ini adalah preeklamsia atau keracunan kehamilan dan pendarahan setelah melahirkan, makanya dalam intervensi hulu ini kami mempunyai kegiatan pengajian bulanan khusus ibu hamil,“kata Kadinkes Bangkalan, Nur Aida Rachmawati, dalam acara Pencanangan intervensi hulu dan hilir dalam penurunan angka kematian ibu dan bayi (penakib) dikabupaten Bangkalan, di aula RSUD Syamrabu Bangkalan, Selasa (21/04).
Dikatakan Nur Aida Rachmawati, dalam pengajian bulanan khusus ibu hamil ini, digabungkan antara kegiatanan rohani dan medis. “Dalam kegiatan ini ada penimbangan berat badan, pemeriksaan kehamilan, senam hamil dan skreening persalinan resiko tinggi. Di kecamatan Burneh yang merupakan pilot project penyelamatan ibu dan bayi, maka akan diadakan sebanyak 12 pangajian setiap bulannya, sehingga total pengajian yang akan kita adakan sebanyak  144 kali,” jelasnya.
Lebih lanjut Nur Aida Rachmawati menjelaskan, agar semua kegiatan untuk penyelamatan ibu dan bayi ini terlaksana sesuai dengan rencana, maka setiap ibu hamil akan didampingi oleh seorang mahasiswa kebidanan. “Kami sudah melakukan penanda tanganan nota kesepahaman dengan Stikes Ngudia Husada Madura dan Setikes Insan Se Agung Bangkalan, jadi nanti setiap ibu hamil akan didampingi oleh 1 mahasiswa kebidanan yang siap melayani pasien kapanpun,” terang Mantan Kepala Puskesmas Arosbaya ini.
Sebab kata Nur Aida Rachmawati,  kegiatan ini berasal dari masyarakat Bangkalan dan untuk masyarakat  Bangkalan. “Kegiatan ini tujuannya untuk memberdayakan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan yang ada disini (Bangkalan Red) agar supaya bisa mengatasi masalah ini, sehingga ibu hamil pada saat mau melahirkan tidak perlu lagi di rujuk ke Surabaya, karena fasilitas yang ada di puskesmas dan jaringannya sebagai fasilitas kesehatan dasar, serta RSUD Syamrabu sebagai fasilitas kesehatan lanjutan, Insya Allah mampu menangani persalinan itu,” paparnya.
Direktur BRSUD Syamrabu Bangkalan, Yusro mengatakan, langkah langkah awal yang telah dilakukan tim penakib dengan satgas kabupaten bangkalan, baik hulu dan hilir akan mampu mengurangi angka kematian ibu dan bayi. “Target kita paling lama 2 tahun sudah mengalami penurunan yang drastis, karena di RS ini kami telah melakukan pembenahan-pembenahan dan rumah sakit kita ini akan menjadi rumah sakit rujukan Obtretri Dan Genocology (Obgyn)  se Madura, dan kedepan tidak ada lagi persalinan oleh dukun, tapi persalinan di bantu oleh tenaga medis, sebab persalinan melalui dukun ini yang menyebabkan tingginya kematian ibu dan anak,” kata Yusro.
Bupati Bangkalan, RK Mohammad Makmun ibnu Fuad, merasa bangga dengan apa yang dilakukan oleh Dinkes Bangkalan. “Ini suatu kebanggan bagi masyarakat Bangkalan, kegiatan ini tidak akan berhasil kalau tidak ada kerjasama antara instansi yang satu dengan instansi lainnya. Makanya kita akan terus meningkatkan SDM kesehatan di bangkalan, seperti para dokter, bidan dan tenaga keperawatan, karena bidang kesehatan ini merupakan visi dan misi bupati bangkalan,” kata Ra Momon sapaan akrabnya.
Hadir dalam acara pencanangan itu Perwakilan RSUD dr Soetomo, Dr Agus Sulistiyono, Dekan FK Unair, Prof Dr Kuntaman, Kepala dinas kesehatan Propinsi Jatim. (hib/shb)
 
iklan 100x100