25 Desa Terancam Kekeringan, BPBD Bangkalan Tetapkan Siaga Darurat Kekeringan

Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Morris

 

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Memasuki musim kemarau tahun 2017 ini, ada sebanyak 25 desa yang tersebar di 11 kecamatan di kabupaten bangkalan terancam kekeringan, untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan di 25 desa itu, Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) kabupaten Bangkalan menetapkan status siaga darurat kekeringan. “Dalam siaga darurat kekeringan ini kita mencooba melakukan koordinsi dengan beberapa pihak,” kata Kepala BPBD Bangkalan, Rizal Morris, Selasa (9/8/2017).

Dikatakan Rizal Morris, dalam siaga darurat kekeringan ini, BPBD Bangkalan juga akan memberikan surat edaran kepada para Camat agar supaya mengkondisikan Para kepala desa untuk memanfaatkan embung. “Tapi apabila telah terjadi bencana kekeringan ya kita langsung droping air bersih,” jelas Rizal Morris.

Dijelaskan Rizal Morris, 25 desa di 11 kecamatan tersebut diantaranya kecamatan Kokop, Konang, Geger, Tanjung Bumi, Sepulu, Klampis, Arosbaya, Tragah, Tanah Merah, Galis dan Kwanyar. “Pad atahun 2016 lalu kan tidak ada kekeringan, padatahun 2017 ini diprediksi ada kekeringan, meskipun sampai kemarin masih ada turun hujan,” terangnya.

Rizal Morris menambahkan, jika pada siaga darurat kekeringan ini, masyarakat desa yang terkena dampak bencana kekeringan dan membutuhkan air bersih, diharapkan membuat laporan langsung kre BPBD. “Ya cara membuat laporannya seperti laporan kejadian bencana,” terangnya.

Kepala BPBD Bangkalan ini menghimbau kepada masyarakat pada musim kemarau agara supaya tidak melakukan pembakaran sampah dan pembersihan lahan dengan cara membakar. “Harapan kita masyarakat tidak melakukan pembersihan lahan dengan cara membakar, dan jika terjadi bencana harapan kita kepada OPD dukungan operasional dan personal,” pungkasnya. (hib/shb)