HEADLINEPERISTIWAPOLITIK & PEMERINTAHANTERKINI

Atasi Kemacetan Arus Lalu Lintas, Pedagang Buah Di Pasar Blega Ditertibkan

Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan kabupaten Bangkalan, Sutanto saat melakukan penertiban

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Karena sering membuat arus lalu lintas Macet, tim dari Dinas Perdagangan kabupaten Bangkalan menertibkan puluhan pedagang buah di pasar Blega. Penataan ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan di depan pasar “Kita melakukan penataan ulang khusus pedagang buah di pasar Blega ini, karena menganggu arus lalu lintas didepan pasar,” kata Kabid Pengelolaan Pasar Dinas Perdagangan kabupaten Bangkalan, Sutanto, disela-sela acara penertiban, Kamis (04/10/2018).

Dikatakan dia, didalam ;penertiban yang dilakukan, dinas Perdangan tidak akan lagi menambha jumlah lapak untuk pedagang buah di pasar Blega itu. “Tidak ada penmabahan lapak baru, kita hanya memindahkan pedagang buah yang meluber keluar dan memakan lahan parkir,” jelasnya.

Dijelaskan Sutanto, jumlah pedagang buah yang berjualan didepan pasar Blega itu sebanyak 50 orang, 35 orang pedagang berjualan dilapak yang sudah ada, sementara 15 orang pedagang buah berjualan di depan pedagang buah yang sudah mempunyai lapak. “Nah nyang kita tertibkan pedagang buah yang tidak memiliki lapak, ini kita lakukan untuk mengurangi kemacetan,” terangnya.

Lebih lanjut Sutanto menjelaskan, para pedagang buah yang sudah memiliki Lapak itu, . ternyata ukuran lapaknya lebih dari jatah yang diberikan oleh Pasar. “Kita ukur lagi dari Timur hingga ke Barat, karena jatah yang  kita berikan setiap pedagang itu 2 Meter, ternyata setelah diukur lebih semua, dan nnati kalau dijatah 2 Meter ternya kurang, jatah tempat akan kita jadika, 1,5 Meter,” tuturnya.

Setelah diukur ulang ini kata Sutanto, pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para pedagang tentang lapak yang harus ditempati. “Kita nanti akan lakukan sosisialisasi, ini tempat si A ini tempatnya si B, dan dalam penertiban ini tidak ada pedagang buah yang kita buang,  tapi akan kita tata,” katanya.

Kepala Pasar Blega, Moh Ridwan, mengaku tidak tahu asal mulanya pedagang buah berjulan ditempat tersebut. “Saya tidak tahu karena tidak ada ijin ke saya, para peadagng buah itu sudah bikin lapak-lapak sendiri,” jelasnya.

Dikatakan dia, didalam peneritban pedagang buah ini, sebanyak 15 pedagang buah yang belum memiliki lapak akan diberikan lapak di deretan pedagang buah yang sudah memiliki lapakmtersebut, sementara untuk pedagang sayur yang berjualan di depan pasar akan dimasukkan kedalam pasar.”Yang kita utamakan pedagang biah,  untuk pedagang sayur akan di masukan ke dalam,  di depan pasar harus di kosongkan karena untuk tempat lahan parkir, dan supaya jalannya lalu lintas lancar,” pungkasnya. (hib/shb)