ATR/BPN Bangkalan Tertinggi Se Wilayah Madura Dalam Realisasi PTSL

Kepala ATR/BPN Bangkalan, Laode Asrofil

 

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Pada Tahun 2019 ini, ATR/BPN Kabupaten Bangkalan memperoleh jatah 65 ribu bidang dalam Program Pendaftaran Tanah Sistemasi Lengkap (PTSL).  Dari 65 ribu bidang yang telah diukur sebanyak 21 ribu bidang. “ATR/BPN Bangkalan se-wilayah Madura dalam pencapaian target realisasi PTSL ini,” kata Kepala ATR/BPN Kabupaten Bangkalan, Laode Asrofil Ahad (24/02/2019).

Dikatakan Laode Asrofil, 65 ribu bidang tersebut tersebar di 21 desa di 10 kecamatan kabupaten Bangkalan.  Ke-21 desa itu antara lain; desa Sabiyan kecamatan Bangkalan, desa Gili Timur kecamatan Kamal, desa Pandaan kecamatan Kwanyar, desa Baipajung kecamatan Tanah Merah, desa Banyusangkah kecamatan Tanjungbumi, desa Pamorah kecamatan Tragah, desa Cangkareman, Durin Timur, Genteng kecamatan Konang, Desa Brakas Dajah, Langpanggang, Suwa,an kecamatan Modung, desa Galis, Paterongan, Pekadan, Tellok kecamatan Galis, desa Batah Timur, Durjan, Katol Timur, Kokop dan desa Mandung kecamatan Kokop. “Pengukuran tanah program PTSL ini dimulai sejak awal bulan Pebruari,” jelas Asrofil panggilan akrabnya kepala ATR/BPN kabupaten Bangkalan ini.

Dijelaskan Asrofil, sebelum dilakukan pengukuran dan dimulai program PTSL ini, pihaknya melakukansosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat.“Tanpa sosialisasi ke desa-desa program ini tidak akan jalan,” terangnya,

Dalam setiap sosialisasi yang dilakukan ATR/BPN kabupaten Bangkalan kata Asrofil, dirinya selaluturun langsung. “Setiap sosialisasi selalu dihadiri oleh, bapak kepala.desa, pak camat dan pejabatlain seperti Kapolsek dan Danramil. Dalam setiapsosialisasi  kami selalu turun langsung,” tuturnya.


Ditambahkan Asrofil jika dibandingkan dengan tahun 2018, jumlah bidangnaya  dalam program PTSL ini lebih meningkat. “Kalau pada tahun 2018 lalu kami dapat 40 ribu bidang, dan Alhamdulillah semuanya selesai tepat waktu,” katanya.

Pengukuran tanah dalam program PTSL dengan jatah  65 ribu bidang ini kata Asrofil, pihaknya melibatkan pihak ketiga. “Untuk tenaga ukur tidak ada masalah, karena ada pihak ketiga,”pungkasnya. (hib/shb)