HEADLINEMEDURREH ONGGUPERISTIWAPOLITIK & PEMERINTAHANTERKINI

Budi Daya Ikan Lele dan Gurami Lagi Ngetren di Bangkalan

salah satu tambak ikan Gurami
salah satu tambak ikan Gurami

 

Bangkalan, maduranewsmedia.com– Pembudi daya ikan  Air tawar di kabupaten Bangkalan saat ini lebih memilih untuk membudidyakan ikan lele dan ikan Gurami. Kedua jenis ikan air tawar itu telah. Menggerakkan roda perekonomian di beberapa desa dan kecamatan di. Kabupaten Bangkalan. “Sama-sama banyak. Pembudi daya lele ada, pembudi daya ikan Gurami juga ada,” kata Kadis Kelautan dan Perikanan Kabupaten Bangkalan, Budi Utomo, Sabtu  (17/09/2016).

Dikatakan. Budi Utomo, pihaknya hanya bisa memberi saran kepada para pembudi daya ikan air tawar ini. “Kita hanya memberi saran saja, kalau membudidayakan ikan lele waktu panen cepat, antara 2 hingga 3 bulan. Sudah bisa di panen,tapi kalau membudidayakan ikan Gurami waktu panennya antara 7 hingga 8 bulan, ya pembudi daya tinggal memilih mau membudidyakan ikan apa,”. Jelas Budi.

Dijelaskan Budi, Begitu juga dengan kebutuhan lahan untuk pembuatan kolamnya, kalau lele, ukuran kolamnya.  1  X 2 M juga bisa 2 X 3 M, namun kolamnya  tidak cukup satu kolam, tapi butuh banyak kolam. Sementara untuk membudidayakan Gurami memerlukan lahan yang lebih luas. “Kalau untuk ukuran kolam Budidaya Gurami,paling sedikit panjang kolam 15 Meter,”tuturnya.

Lebih lanjut Budi Utomo menjelaskan, di kabupaten Bangkalan,  budi daya ikan Gurami sudah ada sejak tahun 2007 dan sudah dikembang di beberapa kecamatan diantaranya di. Kecamatan Geger, Galis, Labang dan di kecamatan Bangkalan kota. “Satu orang pembudi daya ikan Gurami itu sekali menabur bibit bisa 30 ribu bibit,” katanya.

Untuk pemasarannya ikan Gurami ini tidak sulit, ada pengepul yang langsung mengambilnya ke para pembudidaya ikan gurami. “Lumanyan harganya Rp 30 ribu/1 kg ini u harga dari pembudi daya, kalau harga di pasar bisa mencapai Rp  35 ribu hingga Rp 40 ribu/kg-nya, secara ekonomi sangat menguntungkan,” terang Budi..

Sementara itu,  Kepala Bidang Budi Daya Perikanan Nur Laila, menjelaskan, saat ini. Kabupaten bangkalan telah mampu memproduksi ikan Gurami sebanyak 400 kg hingga 500 kg. “Kalau membudidayakan ikan Guramiini modalnya lebih besar, resiko kegagalannya lebih tinggi dibandingkan dengan membudidayakan ikan. Lele,” jelas Nur Laila.

Dikatakan Nur  Laila, agar para pembudi. daya ikan air tawar berhasil, maka pihaknya. Tidak segan-segan turun ke lapangan untuk memberikan motivasi. Selain itu pihaknya. Juga memberikan  bantuan dan pelatihan cara budi daya ikan yang baik. “Karena Pangsa pasar kedua ikan air tawar ini  masih bagus dan masih sangat luas,” katanya.

Lebih lanjut Nur Laila menjelaskan, keberadaan Pembudi daya kedua ikan tawar ini terbukti mampu  menggerakkan ekonomi di desa. “Yang terjadi di lapangan itu karena modal untuk membudi dayakan ikan Gurami itu besar, para pembudi daya ikan.  Gurami biasanya modalnya patungan. Yang memang yang ngetrend saat ini di bangkalan budi daya lele kalau pingin cepat panen,  ya membudidyakan ikan  lele, tapi pembudi daya Lele harus telaten,” pungkas Nur Laila. (hib/shb)