HEADLINEPERISTIWAPOLITIK & PEMERINTAHANTERKINI

Bupati Bangkalan Nilai Kemasan Produk UMKM Yang Ditampilkan Di Arena PRB Cukup Bagus

Bupati Bangkalan, R Abd Latif Amin saat membuka acara Pekan Raya Bangkalan

Bangkalan.maduranewsmedia.com- Bupati Bangkalan, R Abd Latif Amin Imron menilai kemasan produk kerajinan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang ditampilkan dalam Arena Pekan Raya Bangkalan (PRB) sudah cukup bagus. “Untuk produk UMKM sudah cukup bagus,  baik dari penampilan maupun packing nya sangat menarik, sehingga masyarakat sudah banyak yang tertarik. mungkin kedepannya bisa ditingkatkan lagi,” kata Ra Latif panggilan akrabnya Bupati Bangkalan usai membuka acara PRB  di Alun-alun Selatan, Sabtu (02/11/2019)

Dikatakan dia, sementara ini hasil produk kerajinan dari UMKM di kabupaten Bangkalan masih belum dilengkapi ijin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Kalau ijin dari  BPOM belum ada, karena sebagian besar produk UMKM kita ini masih Produksi Rumah Tangga (PRT),” jelas Ra Latif.

Bupati Bangkalan mengharapkan adanya program kemudahan dalam mengurus ijin BPOM dari Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa bisa membawa angin segar bagi pelaku UMKM di kabupaten Bangkalan. “Program ibu Gubernur itu bahwa ijin BPOM ini sudah bisa dilaksanakan di masing-masing Bakorwil, seperti kabupaten Bangkalan ini kan masih ikut ke Bakorwil Pamekasan, ini untuk meberikan kemudahan agar supaya dalam mengurus ijin BPOM tidak jauh-jauh ke Surabaya,” terangnya.

Ditambahkan Ra Latif, PRB ini dilaksanakan dalam rangka memperingati hari jadi Bangkalan yang ke 488. “Kami selalu menggelar pekan raya Bangkalan ini setiap tahunnya secara rutin dalam rangka memperingati hari jadi kabupaten Bangkalan. Dalam PRB ini stan-stan yang menampilkan kerajinan UMKM,” tuturnya

Selain produk kerajinan UMKM kata Ra Latif, dalam PRB ini juga dikuti oleh Organisasi perangkat Daerah (OPD) yang memberikan informasi kepada masyarakat terkait program-program kerja yang sudah mereka lakukan.  “Ada juga stan dari Forkopimda diantaranya dari pak Kapolres dan pak Dandim yang juga ikut meramaikan PRB, mereka  menampilkan beberapa alusinta ringan dan uniform-uniform, sehingga membuat daya tarik tersendiri bagi pengunjung,”.katanya.

Dalam PRB yang digelar selama satu Minggu yaitu seja tanggal 2  hingga tanggal 9 Nopember 2019nini kata Ra Latif para pengunjung dikenai tiket masuk sebesar Rp 5 ribu.”Tiket masuk untuk PRB ini sebesar Rp 5 ribu, menurut kami dengan harga tiket segitu ( Rp 5 ribu Red) cukup terjangkau dikalangan masyarakat,” ujarnya.

Kenapa pengunjung masih dikenakan biaya tiket masuk ke PRB ? sabab imbuhnya, PRB ini bekerjasama dengan Event Organizer (EO) tenda sewa, dan sewa lain-lain.” Itu kan ada cost nya, untuk kedepannya kami akan lebih maksimal lagi terutama pada kesiapan-kesiapannya perlu ditingkatkan sehingga sponsor-sponsor ini betul-betul ikut membantu dan berpartisipasi mudah-mudahan PRB tahun depan tidak ada tiket masuk lagi,” pungkasnya. (ver/shb)