Dampak Wabah PMK Pedagang Pasar Hewan Tanah Merah Bangkalan Kelimpungan

pedagang pasar hewan Petrah Tanah Merah

Bangkalan, maduranewsmedia.com – Dampak wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sangat dirasakan oleh para pedagang di pasar hewan Petrah Tanah Merah kabupaten Bangkalan. Pasalnya sejak wabah tersebut ramai diberitakan, para pedagang di pasar tersebut terpukul. “Dengan adanya wabah PMK Pedagang di sini  terpukul sekali, ” kata Kepala pasar Petrah Tanah Merah, Achmad Wasik, Sabtu (28/05/2022).

Dikatakan dia, sejak adanya wabah PMK para pedagang tidak lagi membawa dagangan banyak. “Sejak ada wabah PMK pedagang yang biasanya bawa 10 ekor sapi hanya membawa 5 ekor, yang biasanya bawa 5 hanya bawa 2 ekor, ” jelas Wasik sapaan akrabnya Kepala Pasar Petrah Tanah Merah ini.

Apalagi kata Wasik, sejak ada wabah PMK tidak ada pedagang dari luar Bangkalan seperti dari Surabaya. “Sejak ada PMK sapi dari luar kan ngak bisa masuk ke Bangkalan, dampaknya harga sapi murah dan pasar hewan sepi, ” terangnya.

Bahkan kata Wasik, pada awalnya ada wabah PMK pedagang hewan di pasar Tanah Merah turun drastis. “Sabtu lalu pedagang yang berjualan ke Pasar hewan ini  turun 80 persen, ” tuturnya

Untuk mengantisipasi wabah PMK ini kata Wasik, pihaknya tetap memasang himbauan peringatan dari Dinas Peternakan kabupaten Bangkalan. “Alhamdulillah para pedagang hewan di pasar ini sudah paham, kalau hewannya sakit ngak di bawa ke pasar, ” katanya.

Kepala pasar hewan Petrah Tanah Merah ini mengharapkan agar supaya wabah PMK ini segera berakhir sehingga kondisi Normal kembali seperti sebelumnya  “Kita berharap wabah PMK ini segera kondisi normal lagi lebih lebih menjelang hari raya qurban, ” pungkasnya. (min/shb)