Dewan Desak Dinas Pengairan Propinsi Jatim Segera Perbaiki Dam Pembuangan Air Di Burneh Yang Jebol

Dam Yang Jebol (insert) Anggota Komisi B DPRD Bangkalan, H Abd Aziz

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Anggota Komisi B DPRD Bangkalan, H Abd Aziz mendesak agar Dinas Pengairan Propinsi Jawa Timur segera memperbaiki Dam pembuangan air di pintu air yang ada di kecamatan Burneh kabupaten Bangkalan. Sebab jika tidak segera di perbaiki maka akan mengancam produksi padi di kabupaten Bangkalan.”Jebolnya Dam itu dampaknya sangat besar terhadap ratusan hektar lahan pertanian di tiga kecamatan yaitu kecamatan Burneh, kota Bangkalan dan kecamatan Socah  yang pengairannya mengandalkan dari Dam itu,” kata H Abd Aziz, Kamis (25/06/2020)

Dikatakan dia, sejak Dam pembungan air yang ada dipintu air di kecamatan Burneh itu jebol, air yang mengalir ke sawah petani di tiga kecamatan itu kecil. “Tentu jebolnya Dam itu mengancam produksi padi yang saat ini telah memasuki musim tanam kedua. Saya kuatir kalau Dam ini tidak diperbaiki petani akan mengalami gagal panen karena padi yang mereka tanam kekurangan air,” jelas angggota Komisi B DPRD bangkalan yang juga politisi muda PPP ini.

Dijelaskan  H Abd Aziz, Dam pembuangan air yang jebol itu sudah berlangsung sekitar 4 bulan yang lalu, dan pihaknya mendengar kabar, bahwasanya petugas Pengairan sudah mensurvey Dam yang jebol itu. “Katanya petugas Pengairan dari propinsi sudah mensurvey, tapi tsamapi sekarang tak kunjung diperbaiki alasannya untuk memperbaiki Dam yang jebol terkedala  dengan anggaran karena ada pandemi Covid-19 ini, ya kalau ini dibiarkan maka para petani lebih terdampak dari Covid-19 itu sendiri,” terangnya.

Sebab kata dia, selian terdampak dengan adanya pandemi Covid-19 ini, para petani juga terdampak dengan adanya dam yang jebol itu. “Makanya saya sangat berharap Dinas Pengairan Propinsi jawa Timur untuk segera memperbaiki Damyang jebol itu, karena masalah ini menyangkut nasib para petani,”tuturnya.

Terpisah Kabid Sumber Daya Air  (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang kabupaten Bangkalan, Guntur Setiadi ST ketika dikonfirmasi masalah tersebut menjelaskan, Dam Pembuangan air yang jebol itu berada di  Bangunan Tunjung Selatan (BTS) dan merupakan wewenang dari Dinas Pengairan Propinsi. “Kami hanya di beri kewenangan dalam pemeliharaan irigasi saja. Sedangkan yang bersifat pembangunan, kita sifatnya hanya mengusulkan. Semua Avor yang kondisi rusak sudah kami usulkan semuanya, bahkan sudah di survey dan sudah disosialisasikan oleh Dinas Pengairan Propinsi,” pungkas Guntur sapaan akrabnya Kabid SDA itu. (hib/shb).