HEADLINEHUKUM & KRIMINALPERISTIWAPOLITIK & PEMERINTAHANTERKINI

Dewan Nilai Pemkab Pamekasan Setengah Hati Perhatikan Kesejahteraan Petani Tembakau

 

Ketua komisi II DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi
Ketua komisi II DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi

Pamekasan, maduaranewsmedia.com–  Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pemaksan, menilai kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat terkesan setengah hati dalam mensejahterakan petani tembakau di pamekasan. Legislator menyebut Pemkab hanya memberikan bentuk perhatian secara tehknis. sedangkan dari sisi permodalan belum pernah dilakukan oleh pemkab terhadap petani tembakau.

Selama ini, petani tembakau di kota yang identik dengan slogan Gerbang Salam selalu sibuk mencari modal awal untuk bercocok tanam tambakau. Mereka pontang-panting mencari modal atau talangan anggaran untuk memenuhi kebutuhan dalam cocok tanam tembakau tersebut. Kesulitan petani ini sudah terdengar ke telinga pemerintah. Hanya saja, pemerintah terkesan tutup mata.

Hal ini disampaikan ketua komisi II DPRD Pamekasan, Hosnan Ahmadi. Menurutnya, Pemkab segara menyikapi persoalan modal yang menjadi beban para petani pada awal musim tanam tembakau. Disamping itu, Pemkab juga harus mampu mengantisipasi terjadinya harga yang tak berpihak terhadap petani tembakau.
“Selama ini Pemkab hanya memberikan fasilitas berupa alat-alat pertanian, benih tembakau dan perbaikan infrastruktur menuju lahan pertanian, tetapi hal yang sangat dibutuhkan petani belum pernah dilakukan. Misalanya, memberikan modal awal,” kata Hosnan Ahmadi, juma’t (10/6/2016).

Politisi Partai Amanat National (PAN) ini mengaku sudah berulang kali menyarankan pemkab untuk menyediakan modal untuk petani tembakau. Sayangnya, hingga saat ini pemerintah belum juga terketuk hatinya untuk menyediakan modal tersebut.  “Padahal hal ini sangat penting, terutama pada awal-awal musim tanam, petani cenderung mencari modal bercocok tanam. Kerap kali modal itu diperoleh dengan biaya pengembalian yang tidak bisa dibenarkan secara ekonomi,” terangnya.
Meskipun modal awal yang dibutuhkan petani tidak begitu besar, lanjut Hosnan menjelaskan, paling tidak setiap tahun Pemkab menyisihkan anggaran tersebut. Sehingga pada akhirnya modal tersebut akan menjadi besar. “Modal itu sangat membantu dalam meningkatkan kesejahteraan petani tembakau di Pemakasan. Hanya saja, pemkab terkesan tidak mau tahu soal itu,” tuturnya.

Hosnan menambahkan, dengan adanya modal itu juga, akan mampu mengimbangi sisi modal yang dimiliki pihak pabrikan.

Menurutnya, bila sudah mengimbangi dari sisi permodalan, diyakini nilai tawar petani tembakau akan seimbang dan diuntungkan. “Dengan catatan pemerintah lebih dulu membeli tembakau petani dengan harga pasaran. Setelah ditampung beberapa bulan, pemerintah menjual tembakau tersebut terhadap pabrikan,” jelasnya.

Sementara itu Kepala Dishutbun Pamekasan, Ajib Abdullah belum memberikan keterangan, karena saat hendak dikonfirmasi ke kantor dinasnya, yang berssangkutan tidak ada. Bahkan saat dikonfirmasi via telepon juga tidak direspon. Sebab telepon seluler miliknya bernada tidak aktif.pungkasnya. (rhm/shb)