Dinas Pendidikan Bangkalan Himbau Guru dan Siswa ikut Program Merdeka Belajar

Kadisdik Bangkalan, Bambang Budi Mustika

Bangkalan,maduranewsmedia.com-Dinas pendidikan kabupaten Bangkalan menghimbau kepada seluruh Guru dan Siswa untuk mengikuti program Merdeka belajar.  program ini akan dilaksanakan melalui program pembelajaran berbasis TIK yang di selenggarakan oleh kemdikbud melalui pusat data dan informasi. “Jadi Kementrian pendidikan mempunyai program unggulan yaitu merdeka belajar, semua elemen pendidikan harus bergerak untuk merubah pola belajar yang ada di Indonesia, termasuk di kabupaten Bangkalan” kata Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, DR Bambang Budi Mustika,Senin (27/06/2022).

Dikatakan dia,Program merdeka harus dibantu oleh semua elemen mulai dari orang tua, guru, siswa dan sekolah. “Semua elemen harus bergerak bahkan ditingkat perguruan tinggi ada kampus mengajar,Salah satu program ini kementrian tidak melakukan serentak untuk mencapai tujuan, akan tetapi perlahan yang dikenal dengan istilah episode tahapan-tahapan,” jelas Bambang sapaan akrabnya Kadisdik Bangkalan ini.

Dijelaskan Bambang, kementrian pendidikan sudah mengeluarkan 19 episode diantara episode itu ada diantaranya akun belajar ID. “Akun belajar ID ini di dalam nya bagaikan rumah akun belajar, jadi untuk masuk rumah itu guru dan siswa harus masuk itu semua unit mulai dari PAUD, TK,SD,SMP, SMA, SMK bahkan perguruan tinggi,” terangnya.

Di dalam Program Merdeka Belajar, ada akun belajar kata bambang,Di dalam Akun belajar ini bermacam-macam mulai dari cara pembelajaran cara belajar cara mengajar dan berupa video panduanya,dan juga soal ujian di sana lengkap buku pun lengkap di dalam aplikasi itu,nanti pada akhirnya buku berupa books sepertinya tersingkir kan oleh teknologi di akun belajar itu sendiri,

Ditambahkan Bambang, Disdik kabupaten Bangkalan mengharapkan guru dan siswa aktifkan aplikasi mengajar dan  bergabunglah melalui Tik. “Kami harapkan untuk guru masuk pembatik kalau siswa Kihajar, jelas semua itu berbeda dua-duanya guru dan siswa, jangan salah pilih sistem,” pungkasnya. (edi/shb)