Gubernur Jatim KIP Desak Produsen Dan Distributor Minyak Goreng Keluar Stok

Bangkalan,maduranewsmedia.com Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Paranwasa (KIP) mendesak agar produsen dan Distributor minyak goreng segera mengeluarkan stok minyak goreng yang ada ke pasaran. “Kebutuhan minyak goreng di Jatim per bulan 59 ribu ton untuk yang di produksi untuk Jatim  63 ribu ton, harusnya setiap bulan ada surplus 40 ribu ton, tapi yang terjadi kita melihat di pasar tradisional terjadi kelangkaan, di pasar-pasar modern, ritel modern juga banyak yang mengalami kelangkaan,” kata Gubernur Jatim KIP usai menghadiri acara Operasi Pasar murah dan penyerahan zakat produktif di UPT Dispenda Bangkalan, Senin (28/02/2022).

Sejak terjadi kelangkaan kata KIP, pihkanya bersama Pangdam V/Brawijiara dan Kapolda Jatim sudah turun ke pabrik minyak Goren. “Saya dengan  pak Pangdam, pak Kapolda sudah ke pabriknya,  bahkan pabrik yang punya market 40 persen secara nasional, beliau (pihak Pabrik red) menyampaikan tidak ada pengurangan produksi,  produsen kepada kami menyampaikan tidak ada pengurangan produksi tapi di konsumen ternyata kita menemukan kelangkaan dimana –mana,” jelas KIP yang juga mantan Mensos RI ini.

Untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng ini, pemprop Jatim telah melakukan operasi pasar. “Sudah 2/3 kabupaten dan kota di jatim telah lakukan operasi pasar mnyak goreng. bupati dan walikota sudah melakukan   operasi minyak goreng, pak bupati Bangkalan sudah melakkan operasi berbagai kecamat- kecmatan saya kemarin ke Blitar dan Kediri juga sudah melakukan. kita tahu kapasitas yang kita lakukan seperti ini sebetulnya tidak terlalu signifikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, tetapi berarti  kita tidak melakukan apa apa, tetapi kebutuhan suplay –nya memang belum sesuai dengan kebutuhan msayarakat.dimond dan Suplay  belum balace itu suasana minyak goreng hari ini,” terangnya.

oleh sebab itu kata Gubernur Jatim KIP, pihkanya mengharapkan agar Produsen dan Distributor segera mendistribusikan stok minyak goren kepada masyarakat “Saya mengajak kepada produsen dan distributor untuk segera mengeluarkan stoknya segera didistribusikan kepada masyarakat  karena kalau melihat kebutuhan minyak di Jatim, produksi harusnya surplus bukan minus,” tuturnya.

Ditmabhkan Gubernur Jatim KIP, per tanggal 19 Januari 2022  ada kebijakan satu harga minyak goreng dari pemerintah, semuanya Rp 14 ribu, kemudian ada ada perubahan kebijakan lagi per 1 Pebruari  ada Harga tertinggi eceran (HET) untuk yang kemasan Premium Rp 14 ribu/ liter yang kemasan sederhana Rp 13. ribu 500/liter, yang curah 11 ribu 500/liter. “Tapi ternyata bukan hanya HET yang tidak bisa terpenuhi tetapi suplay-nya ternyata juga tidak bisa terpenuhi,” katanya.

Gubernur Jatim KIP menyampaik ucapan terima kasih kepada Menteri Perdagangan. “Saya menyampaikan terima kasih kepada pak Menteri perdangan, kita rajin berkomunikasi  beliau sudah turun ke Jatim, dan kemudian  pak Dirjend sudah 5 hari di Jatim setelah pak Dirjend pulang, 3 orang eselon III masih di stand bay-kan di Jatim. artinya pak Menteri perdagangan beriktiyar agar pemenuhan minyak goreng di Jatim bisa terpenuhi. antara dimond dan suplay supaya balance. makanya kita berharap produsen dan Distributor minyakgoren untuk bisa mendistribusikan seluruh stok yang  ada supaya stabilisasi minyak goreng bisa terpebuhi,” pungkasnya. (min/shb).