HEADLINEPERISTIWAPOLITIK & PEMERINTAHANTERKINI

Keuangan Penjualan Tebu Tertutup, Petani Tebu di Bangkalan Terus Merugi

salah satu lahan tebu di bangkalan
salah satu lahan tebu di bangkalan

Bangkalan, madauranewsmedia.com– Para Petani tebu di kabupaten bangkalan nampaknya belum bisa merasakan manisnya tebu yang mereka tanam. Pasalnya hingga saat ini para petani tebu mengaku terus merugi setiap panen tebu. “Kalau dulu saya menanam tebu 16 hektar, karen aterus rugi sekarang saya hanya menanam 7 Hektar saja,” kata Pembina Koperasi petani tebu Kerudung Putih Desa Banyusangkah kecamatan Tanjungbumi, Abd Syukur, Rabu (15/06/2016).

Dikatakan Abd Syukur kerugian yang diderita para petani tebu itu disebabkan tinginya Biaya Operasional (BO)  dan sistem keuangan dari Pabrik gula yang sangat terututup. “Kendala yang dihadapi petani saat ini, selain pekerjanya yang medatangkan dari luar Madura seperti dari Sidoarjo dan Tulungung Agung, dalam penjualan tebu, sistem keuangannya dari pabrik gula ini tertutup,” jelasnya.

Dijelaskan Abd Syukur, kerugian yang diderita para petani tebu antara Rp 5 juta hingga 10 juta, karena dalam setiap 1 hektarnya, para petani harus mengeluarkan biaya Rp 18 juta lebih. “Ya karena terus merugi akhirnya kami mengurangi tanaman tebu ini,” katanya.

Terpisah Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan kabupaten Bangkalan, Ali Afandi ketika dikonfirmasi masalah tersebut mengatakan, kalau soal harga tebu dari pabri gula hal itu merupakan wewenang dari PTPN X. “Kalau soal harga itu urusan PTPN X kami tidak tahu,” kata Ali Afandi singkat.

Sementara itu Ketua Komisi B DPRD Bangkalan, Asis, sip mengatakan, pemerintah harus memikirkan nasib petani tebu yang terus mengalami kerugian tersebut. “Seharusnya pemerintah memperhatikan nasib petani ini, supaya para petani tebu ini tetap mempunyai semangat untuk bertani tebu,” jelas Asis.

Dikatakan Asis, kalau petani tebu terus merugi dan pemerintah tutup mata atas persoalan yang dihadapi petani tebu ini, maka program pemerintah untuk mendirikan pabrik tebu di Madura akan gagal. “Kalau petani tebu sudah tidak semangat lagi, siapa yang akan menanam tebu, secara otomatis program pemerintah untuk mendirikan pabrik tebu akan gagal,” tuturnya.

Makanya politisi partai Demokrat ini mengharapkan agar supaya kendala dan persoalan yang dihadapi oleh para petani tebu ini dicarikan jalan keluarnya. “Bagimana caranya pemerintah kembali bisa merangsang para petani tebu ini,” pungkasnya. (hib/shb)