HEADLINEPERISTIWAPOLITIK & PEMERINTAHANTERKINI

Memasuki H- 8 Lebaran Idul Fitri Kantor Pos Pamekasan sudah Terima Rp 15 M lebih Paket Uang Dari TKI

kantor pos pamekasan, insert kepala kantor pamekasan
kantor pos pamekasan, insert kepala kantor pamekasan

Bangkalan, maduranewsmedia.com– Upaya pemerintah kabupaten (Pemkab) Pamekasan untuk mengoptimalkan perputaran ekonomi masyarakat belum terpenuhi. Realitas di lapangan penguatan ekonomi di daerah masih bergantung pada tenaga kerja indonesia (TKI) asal kabupaten tersebut. Keberadaan mereka cukup membantu perputaran sejumlah uang di wilayah yang identik dengan slogan kota gerbang salam.

Berdasar data yang dihimpun maduranewsmedia.com dari kantor pos cabang Pamekasan, selama dua minggu TKI asal daerah Pamekasan sudah mengirimkan sejumlah paket  berupa uang mencapai Rp15 miliar lebih. Membludknya pengiriman uang ini karena momen hari raya idul Fitri 1427 H. Sehingga TKI yang belum bisa mudik ke kampung halamanya hanya bisa mengirim uang beserta paket ke sanak saudaranya yang ada di Pamekasan..

Mayoritas para TKI ini berasal dari lima Kecamatan kabupaten Pamekasan diantaranya Kecamatan Palengaan, Batumarmar, Waru, Pasean dan kecamatan Pegantenan. pengirimam sejumlah paket dan uang belasan miliar ini berasal dari empat Negara. Masing-masing Arab Saudi, Hongkong, Taiwan dan Malaysia. ”Paling banyak pengiriman uang ini dari TKI yang bekerja di Arab Saudi,” ujar Kepala kantor Pos Cabang Pamekasan,  Hadi Ernowo, Senin (27/6/2016)

Menurutnya pengiriman paket dan uang cukup meningkat dibandingkan pada hari-hari biasa. Peningkatan tersebut mencapai 45 persen. Untuk pengiriman uang pada hari-hari biasa hanya mencapai Rp 300 hingga Rp 400 juta setiap harinya. menjelang lebaran ini pengiriman uang dari para TKI mencapai Rp 800 juta/hari. “Jika diprosentase secara keseluruhan pengiriman (barang dan uang red) selama ini sudah mencapai 34 persen dari luar Negeri. Jadi masih tinggal 66 persen lagi untuk pengiriman dari TKI asal Pamekasan yang bekerja ke luar daerah,” tuturnya.

Sementara itu, anggota komisi II DPRD Pamekasan Syamsuri menegaskan perputaran ekonomi masyarakat untuk wilayah Pamekasan masih cukup bergantung pada TKI. Sebab tanpa kebaradaan mereka di negeri sebrang maka perputaran uang masyarakat di wilayah setempat cukup kecil. Dengan demikian Pemkab setempat harus peduli terhadap warga Pamekasan yang menjadi TKI di luar negeri.

”Mereka cukup membantu, terutama dalam penguatan ekonomi daerah. Jadi kami harapkan, jangan sampai Pemkab mengabaikan keberadaan TKI. harus diperhatikan, minimal memberikan fasilitas kenyamanan bagi mereka,” pungkas Syamsuri. (rhm/shb)