Perjuangan Wali Murid SDN Langkap 03 Untuk Memperoleh KIP Akhirnya Membuahkan Hasil

Para wali murid foto bersama usai menerima KIP

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Tak sia sia upaya dan usaha yang dilakukan oleh Hasan salah seorang wali murid SDN Langkap 03 kecamatan Burneh kabupaten Bangkalan dalam memperjuangkan anaknya untuk memperoleh bantuan pendidikan melalui program  Kartu Indonesia Pintar (KIP). Berkat kegigihannya perjuangan uang dilakukan membuahkan hasil karena  pada  hari Kamis (08/11/2022) kemarin, bantuan pendidikan untuk anaknya dari pemerintah melalui program KIP sudah bisa dicairkan.

Hasan memperjuangkan KIP anaknya ini karena dirinya mendapatkan informasi dari kepala sekolah bahwa anaknya mendapatkan bantuan dana pendidikan melalui program KIP dan KIP anaknya  masih aktif. “Berangkat dari informasi  kepala sekolah  kepada wali murid yang masih aktif itu kemudian  saya meminta rekom kepada untuk mengecek KIP anak saya. Anak saya itu sekarang sudah duduk di bangku SMP, ” kata Hasan, Jum, at (09/12/2022)

Dikatakan dia, KIP milik anaknya itu masih aktif sejak tahun 2017 meskipun anaknya selama kurun waktu itu tidak pernah menerima bantuan KIP. “Kemudian kami menanyakan ke kepala  sekolah SDN Langkap 03, dan pihak sekolah memberikan buku tabungan dan teryata KIP-nya masih aktif sejak tahun 2017,” jelas Hasan.

Dijelaskan Hasan, setelah dirinya menerima informasi dari kepala Sekolah, Kemudian dirinya mengabarkan kepada wali murid yang lain yang anaknya pernah bersekolah di SDN Langkap 03, kemudian  wali murid yang lain meminta buku tabungan ke sekolah sehingga terkumpul 21 KIP. “Diduga sejak tahun 2017 ada pencairan KIP  tanpa sepengetahuan wali murid,” terangnya.

Hasan sempat melaporkan kasus KIP di SDN Langkap 03 ini ke korwil  pendidikan kecamatan Burneh  pihak korwil berjanji akan memprosesnya, namun hingga 2 bulan lamanya tidak menemui titik terang,” Setelah itu kita melaporkan ke korwil pendidikan wilayah Burneh,  pihak korwil bilang akan diproses, namun sampai 2 bulan lamanya tidak ada titik terang,”  tuturnya.

Hasan berniat akan melaporkan kasus KIP itu   ke polres bangkalan, namun akhirnya bantuan pendidikan anaknya melalui program KIP cair.

pencairan bantuan pendidikan melalui program KIP ini di kabupaten Bangkalan masih amburadul. Salah seorang wali murid penerima bantuan KIP bingung untuk mencairkan bantuan tersebut. “Dengan sekolah saya disuruh menemui HS untuk mencairkan bantuan KIP anak saya, saya nanya ke kepala desa nama itu, tapi pihak desa tidak ada yang tahu nama HS itu , ” kata Mahfud wali murid yang anaknya  menerima  bantuan KIP.

Ironisnya kata Mahfud, pihak sekolah juga tidak tahu nama HS tersebut. “Bahkan  pihak sekolah ndak tau,, sebab anak saya disuru ke kepala  desa, pihak desa juga ndak tau,, pihak sekolah juga mencari informasi siapa orang itu, ” ujarnya.

Ketua MADAS H Nurul Huda mengharapkan kedepannya pihak sekolah harus transparan dan akuntabel kepada siswa dan wali murid, “Harapan kedepan sekokah haruslah transparan dan akuntabel ke siswa maupun wali murid,saya tidak mau ini terjadi lagi di bangkalan khususnya di desa Langkap,” katanya.

Sementara itu, Korwil cabang pendidikan kecamatan Burneh, Samsul Arifin menyampaikan permohonan maaf kepada siswa dan wali murid atas terjadinya kesalahan dalam KIP ini  “Kami mohon maaf sebesar-besarnya kepada penerima KIP  ini, semua ini terjadi karena  kesalahan kepala sekolah SDN Langkap 03 yang terdahulu dan sekarang mantan Kepala SDN Langkap 03 itu sudah meninggal dunia dan KIP sudah kami cairkan, ” pungkasnya (edi/shb).