UNICEF Lakukan Imunisasi Defteri Gratis Kepada Mahasiswa UTM

 

Kepala Perwakilan UNICEF Untuk Wilayah Jawa, Arie Rukmana

Bangkalan,maduranewsmedia.com– United Nationwide Children’s Fund (UNICEF) melaksanakan imunisasi Difteri Gratis kepada mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (UTM). Imunisasi ini diberikan kepada mahasiswa karena  UNICEF menyambut baik inisiatif dari UTM yang ingin memajukan mahasiswanya. “Jadi UTM ini ingin Mahsiswanya tidak hanya unggul dibidang matah kuliah mereka masing masing, tapi mereka ingin menjadi sumber daya yang berkualitas salah satunya memastikan mahasiswanya sehat,” kata Kepala Perwakilan UNICEF Untuk Wilayah Jawa, Arie Rukmana, disela-sela acara Talk show ORI-Difteri dengan tema “Imunisasi dan Jalan Menjaga Aset Masa Depan Generasi”  yang digelar di Laboratorium Sosial UTM, Kamis (20/9/2018)

Dikatakan Arie Rumana, salah satu upaya kesehatan yang tengah berjalan saat adalah imunisasi Defteri. “Jadi Program ini tidak perlu direkayasa, karena sudah berjalan di Jawa timur, diajtim sudah KLB Defteri pada tahun lalu, dan saat ini kita berikan vaksinasi secara gratis kepada mahasiswa serta pelayanan kesehatan, ini Vaksinasi kepada mahasiswa ini pertamakalinya dan menjadi sejarah di Jatim  imunisasi usia dewasa, imunisasi ditingkat mahasiswa,” jelasnya.

Dijelaskan dia, target imunisasi usia  dari 0-19 tahun sekitar 3 ribu, dinataranya berda bdi kampus ini. “Informasi yang saya terima mahasiswa disini ada 1.000 lebih, kalau ikut vaksinasi semua akan melampui cakupan imunisasi di bangkalan,” terangnya.

Ditambahkan Arie imunisasi ini adalah hak setiap anak dan dilindungi oleh undang-undang. UU Perlindungan Anak No 23 tahun 2002 dan UU Kesehatan No 36 Tahun 2009 sudah mengatur hal tersebut. “Bunyi UU Kesehatan tersebut yakni Setiap anak berhak memperoleh imunisasi dasar sesuai dengan ketentuan untuk mencegah terjadinya penyakit yang dapat dihindari melalui imunisasi,” katanya.

.Sementara itu, Guru Besar Biokimia dan Biomolekuler FKH Universitas Airlangga, Prof. Doktor Khairul Anwar Nidhom mengatakan, secara konsep, vaksin sesuai dengan kaidah Islam, karena Tuhan menurunkan penyakit beserta dengan obatnya. Dengan hal ini, dihimbau untuk masyarakat tidak perlu takut untuk melaksanakan imunisasi difteri.

Sedangkan Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bangkalan, Muhammad Rasuli mengatakan, imunisasi adalah aset kesehatan, untuk itu mahasiswa bisa mentransformasikan informasi agar masyarakat mengetahui bahwa imunisasi untuk kesehatan. Hal ini dikarenakan masih banyak masyarakat khususnya masyarakat Pulau Madura belum mengetahui betapa penting kesehatan bagi kehidupan. (hib/shb)