DPC Partai Gerindra  Pamekasan Tak Dukung Badrut Tamam Jadi Calon Bupati Pamekasan

Agus Sujarwadi

Pamekasan, maduranewsmedia.com -Ketua DPC Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Kabupaten Pamekasan, Agus Sujarwadi mengaku belum memutuskan mendukung salah satu calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2018 mendatang,

Hal ini, disampaikan ketua DPC Partai gerindra kepada awak media bahwa partainya tak akan mendukung badrut taman dalam pemilihan pilkada pamekasan tahun 2018  mendatang. Bahkan ia akan maju atau mencalonkan ke yang lain.

Padahal, beberapa waktu lalu calon bupati Pamekasan, Badrut Tamam mengklaim telah menemukan kesepakatan untuk bersama-sama dalam pesta demokrasi lima tahunan itu bersama Gerindra dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Badrut Tamam itu hanya melihat faktor kedekatan dengan pengurus DPD pak Anwar Sadad dan bendaraha mas Hadi. Tapi rekomendasi ini (belum), saya sudah sembilan tahun jadi ketua Gerindra, jadi paham betul bagaimana,” kata Agus, Sabtu (22/7/2017).

Namun demikian, pernyataan Badrut Tamam yang mengaku sudah bisa menarik dukungan dari partai pimpinan Prabowo Subianto tersebut sah-sah saja. Karena politik bisa berubah setiap jam, menit, bahkan bisa berubah setiap detik.

“Kalau saya menangkap pernyataan dari Badrut Tamam bahwa ada kesepakatan dengan Halili itu fitnah, ya mungkin berusaha menggandeng Gerindra untuk menjadi pasangannya,” tambahnya seraya tertawa.

Menurut agus hubungan kedekatan figur tidak bisa menjamin Gerindra akan mendukung yang bersangkutan.

Sebelumnya, Badrut Tamam menyampaikan bahwa dirinya melakukan komunikasi dengan sejumlah parpol, termasuk Gerindra. Semua parpol tersebut sudah siap bersama-sama mendukung dirinya menjadi calon bupati Pamekasan.

“Kita sudah komunikasi dengan PPP, Alhamdulillah PPP mau bersama-sama. Saya juga komunikasi dengan Gerindra, Alhamdulillah juga mau bersama-sama. Semua parpol sudah mau bersama-sama dengan kita,” klaimnya.

Ketika ditanya soal isu akan menggandeng politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Halili, ketua fraksi PKB DPRD Jawa Timur ini secara tegas membantah, sebab isu tersebut dianggap tidak benar.

“Itu Fitnah, itu fitnah, itu jelas fitnah. Kita dengan PPP belum bicara orang, tapi kita berbicara organisasi politik. Jadi bisa saja wakil saya nanti adalah sampean,” katanya kepada wartawan.(rhm/shb)

 

iklan 100x100