Meskipun Dipasang CCTV, Siswa Peserta UNBK SMA Masih Bisa Saling Contek

Wakasek Humas SMKN-2 Bangkalan saat melihat CCTV siswa peserta UNBK

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Meskipun telah dipasang Clused Circuit Television (CCTV) disetiap diruang lab yang ditempati Unian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), namun siswa perserta UNBK masih bisa saling menyontek dan bisa berdiskusi. Seperti yang terjadi di SMKN-2 Bangkalan. Pada sesi pertama dengan ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia,  siswa peserta UNBK di sekolah tersebut terlihat jelas di CCTV melakukan diskusi, bahkan ada siswa yang bebas keluar ruangan, sebab di lab ruangan yang ditempati UNBK tersebut tidak ada pengawas, para pengawas mengawasi melalui CCTV. Begitu melihat ada siswa keluar, Pengawas langsung masuk ke Ruangan itu

Wakasek Humas SMKN-2 Bangkalan, R Yudistira Ira ketika dikonfirmasi masalah tersebut menjelaskan, bahwa siswa yang baru keluar ruangan tersebut karena muntah. “Siswa yang tadi keluar ruangan itu muntah, kemungkinan tidak enak badan,” Kata R Yusdistira Ira, Senin (9/4/2018)

Dikatakan dia, pada pelaksanaan UNBK para pengawas melakukan pengawasan melalui CCTV. “Kalau ada masalah saja pengawas yang bisa masuk ke ruangan, kalau ngak ada masalah ya cukup mengawasi dari ruangan kontrol yang kita lengkapi dengan CCTV,” terang Yudistira Ira.

Terpisah Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah kabupaten Bangkalan, Arief Khamzah menjelaskan, adanya siswa yang masih berdiskusi itu di SMAN-2 itu merupakan kurang kesadaran. “Itu mungkin dari kesadaran siswa tersebut masih kurang,” kata Arief Khamzah.

Sebab kata Arief Khamzah, dengan UNBK ini peserta ujian gtidak bisa saling contek karena soalnya tidak sama. “Mereka tidak mungkin bisa  melakukan kerjasama itu, mungkin diskusi yang dilakukan itu pembicaraan diluar kontek ujian, karena soal ujian itu tidak sama, terang Arief Khamzah.

Ditambahkan dia, dengan dipasangnya CCTV di setiap ruangan lab Ujian, dan pengwasanya mengawasi dari ruangan yang dipasan CCTV hal itu dimaksudkan agar bisa konsentrasi penuh. “Sebelum masuk  ada penekanan penekanan melalui pembacaan tata tertib, soal ujian itu tidak mungkin sama, baik depan, belakang, kiri dan samping, jadi tolong jangan dihabiskan waktu untuk diskusi, walaupun soalnya sama, tapi penempatnnya beda, dan itu sudah menjadi format nasional, pecaya  ngak akan sama soal ujiannya,” tuturnya.

Adanya CCTV ini kata Arief Khamzah, bisa membuat pekerjaan sekolah menjadi ringan. “Saya sangat senang sekali dengan CCTV ini,  karena kerja kami ringan, kepastian, kejujuran juga kita dapatkan, guru guru memiliki percaya yang tinggi sekali terhadap penyelenggaraan UNBK ini, bahwasanya dengan CCTV kejujuran, transparansi dan akuntabilitas sudah kita laksanakan,” katanya.

Oleh sebab itu selama pelaksanaan UNBK ini, kepala Cabang dinas pendidikan kabupaten Bangkalan ini mengharapkan agar siswa SMA peserta UNBK tidak melakukan diskusi dalam ruangan. “Kiita memang ada penekanan kepada siswa tidak diperkenakan berdiskusi, karena soal itu tidak sama, kalau diskusi nanti waktunya habis,” pungkasnya. (hib/shb)

iklan 100x100