Selama Tahun 2017, 6 Orang Warga Bangkalan Terserang Penyakit Difteri 

Kabid P2P, Walid Yusufi 

 

Bangkalan, maduranewsmedia.com-  Selama kurun waktu tahun 2017 ini sebanyak 6 orang terserang penyakit Difteri. Ke-6 orang  yang terserang penyakt Difteri itu adalah warag Desa Gigir kecamatan Blega, warga desa Patemon kecamatan Tanah Merah, warga desa Bunajih kecamatan Labang, warga desa Tengekt kecamatan Arosbaya, warga desa Benagkah kecamatan Burneh dan warga desa Dabung kecamatan Geger. “Dari Hasil lab-nya 6 orang tersangka yang dicurigai Difteri itu, hanya 1 orang yang  positif, namun sekarang semuanya sudah sembuh,” kata Kadinkes Bangkalan, Ach Muzakki melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Abd Walid Yusufi, Senin (11/12/2017).

Dikatakan dia, ke 6 orang yang dicurigai Difteri itu telah menjalani rawat inap di RSUD Syamrabu, RSUD dr Soetomo Surabaya dan di Rumah Sakit Lukas. “Sekarang mereka semuanya sudah sembuh, dan kasus Difteri yang menyerang mereka itu terjadi beberapa bulan yang lalu, kalau untuk saat ini tidak ada kasus Difteri disini,” jelas Walid panggilan akrabnya   Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit,

Dijelaskan Walid, penyakit Defteri adalah penyakit akut yang mengancam nyawa dan menular yang disebabkan corynebacterium diphteriae dengan ditandai pembentukan pseudo-membran mukosa dan kulit. “Seperti kasus Difteri di Desa Gigir kecamatan Blega, yang dicurigai atau probable Difteri ternyata negatif sementara dua orang temannya  setelah dilakukan pemeriksaan lab dinyatakan positif, namun alhamdulillh sekarang sudah ditangani dan sudah sembuh semua,” terangnya.

Ditambahkan Walid, masyarakat yang terjangkit penyakit Difteri ini adalah daerah yang kurang dari 90 persen imunisasinya atau daerah tersebut tidak pernah di imunisasi sama sekali. “Kalau untuk di kabupaten bangkalan tidak ada,” katanya.

Sementara itu ketua Komisi D DPRD Bangkalan, Hosyan Muhammad meminta kepada Dinkes Bangkalan untuk menjalankan program imunisasi. “Untuk mengantisipasi agar penyakit Defteri tidak mewabah di bangkalan sebaiknya Dinkes menjalankan program pemerintah itu dengan maksimal,” kata Hosyan Muhammad.

Dikatakan politisi Partai Persatuan Pembangunan ini, jika Dinkes tidak menjalankan program imunisasi dari pemerintah ini, maka akan ketahuan, pasalnya pihaknya selalu memantau pelaksanaan program pemerintah ini hingga ke desa-desa. “Yang jelas kami Komisi D akan memantau program pemerintah ini hingga ke tingkat yang paling bawah,” tuturnya.

Oleh sebab itu kata Hosyan Muhammad, dirinya berharap kepada Dinkes Bangkalan, agar supaya tidak main-main didalam menjalan program pemerintah tersebut. (hib/shb)

iklan 100x100