SMK Di Bangkalan Siap Laksanakan KBM Tatap Muka, Siswa Lebih Senang KBM Tatap Muka Daripada Pembelajaran Daring

Kasi SMK,Nahtim M Kasi

Bangkalan,maduranewsmedia.com- SMA dan SMK di kabupaten siap untuk melaksanakan kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka daripada pembelajaran Daring. KBM Tatap Muka ini rencanakan akan dimulai tanggal 21 September 2020. . “Nanti tanggal 21 September seandainya ada surat dari ibu Gubernur, sesuai dengan harapan Pak Kadisdik jatim,  kita langsung melangkah dan kita sudah siap melaksanakan KBM tatap muka,” kata Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bangkalan, Sunarto, melalui Kasi SMK,Nahtim M Kasi, Jum,at (18/09/2020).

Dikatakan dia, dari hasil pemantauan ke SMK-SMK yang ada di kabupaten Bangkalan, secara umum sekolah SMK sudah siap untuk melaksanakan KBM tatap muka. “Kita sudah cek semuanya, mulai dari tempat cuci tangan, bilik disinfektan  dan sarana protokol kesehatan covid-19 lainnya, pada umumnya semua sekolah sudah menyiapkan sarana prokes,” kata Nahtim sapaan akrabnya Kasi SMK Cabdin wilayah Bangkalan ini.


Dijelaskan Nahtim, dalam pemantauan di SMKN-1 Blega para siswa dan guru menyampaikan, bahwa mereka lebih senang dan siap untuk mengikuti KBM tatap muka dari pada  pembelajaran daring apalagi yang berkaitan dengan bidang studi produktif. “Siswa SMK yang melaksanakan praktek ternyata mereka lebih suka KBM tatap muka, kenapa mereka lebih suka KBM tatap muka, karena mereka yang produktif kesulitan sebab  tidak bisa langsung tanya apa kesalahannya kalau pembelajaran daring, seperti jurusan Tehinik sepeda motor, ini kan bisa langsung nanya kalau KBM tatap muka,” terangnya.

Untuk siswa SMK yang melakukan praktek kata Nahtim, pada KBM tatap muka di masa Pandemi ini sebelum dan sesudah melakukan praktek siswa harus disemprot dengan cairan disinfektan. “Ini harus dilaksanakan karena sesuai hasil koordinasi Kemendagri dengan Kemendikbud. Kemendagri sangat setuju, karena SMK muaranya keterampilan yang harus dimiliki. dan terus terang. kalau SMK terutama jurusan tehnis kesulitan kalau pembelajaran daring, kalau SMK yang jurusan perkantoran mungkin masih bisa,” pungkasnya. (hib/shb)