Tersinggung Pernyataan Capres Prabowo, Puluhan Tukang Ojek Di Madura Unjuk Rasa

para tukang ojek saat berunjuk rasa

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Karena tersinggung dengan pernyataan Calon Presiden, Prabowo Subianto, sekitar 40 orang massa yang menamakan diri Koalisi Ojek Online Madura (Kojor) melakukan aksi unjuk rasa ke kantor Bawaslu kabupaten Bangkalan. Puluhan tukang ojek ini mendesak agar calon presiden Prabowo meminta maaf atas pernyataannya yang menyinggung perasaan para tukang ojek baik ojek online maupun ojek konvensional. “Pernyataan Beliau jelas menghina dan merendahkan pekerjaan tukang ojek,” teriak koorlap aksi, Efendi saat orasi di depan Kantor Bawaslu kabupaten Bangkalan, Sabtu (24/11/2018).

Dikatakan dia, pernyataan Capres Prabowo yang disampaikan dalam acara Indonesia Ecomic Forum di Hotel Shangri-La Jakarta itu sungguh membuat para tukang ojek tersinggung. “Padahal pekerjaan ojek adalah pekerjaan halal yang kebetulan diera digital ini banyak bermunculan kendaraan online yang salah satunya adalah ojek online,” kata Efendi.

Dijelaskan Efendi, banyaknya pemuda yang kemudian bekerja sebagai ojek online bukan pekerjaan yang hina, justru hal ini merupakan suatu kemajuan Indonesia.”Pekerjaan kami bukanlah pekerjaan yang hina, profesi kami ini adalah profesi mulya karena bisa menurunkan angka penganguran di Indonesia,” terangnya.

Oleh sebab itu kata Efendi, pihaknya atas nama Kojor menutut agar supaya capres Prabowo meminta maaf kepada seluruh pekerja ojek baik online maupun tukang ojek konvensional. “Sebagai calon pemimpin harus banyak belajar etika berbicara, berhati-hati dalam menyampaikan pidato yang menyingung rakyat kecil dan berhenti berbicara provokatif,” pungkas Efendi.

Setelah puas berorasi, para pengunjuk rasa meninggalkan kantor Bawaslu kabupaten Bangkalan, dan mereka tidak ditemui oleh seorangpun dari komisioner Bawaslu kabupaten Bangkalan karena mereka berunjuk rasa pada hari libur. (hib/shb)