Wali Siswa SD Di Bangkalan Mulai Keluhkan Pembelajaran Sistem Daring

ilustrasi

Bangkalan,maduranewsmedia.com– Sejumlah orang tua siswa SD di kabupaten Bangkalan mulai mengeluhkan pembelajaran dengan sistem daring yang dilakukan Disdik kabupaten Bangkalan sejak pandemi wabah virus Corona (Covid-19)  pada tanggal 23 Maret 2020. Sampai saat . “Hampir semua orang tua siswa mengeluh, lebih baik  siswa masuk sekolah daripada belajar dirumah tapi tugas yang diberikan kepada siswa sangat banyak,” kata salah seorang orang tua siswa SD di kota bangkalan, Kamis (09/04/2020).

Orang tua siswa yang anaknya kelas 2 SD ini mengharapkan agar sekolah tidak memberikan tugas yang terlalu banyak kepada siswa, selama siswa be;ajar dirumah. “Seperti wali murid yang lain mas. Boleh guru ngasih tugas ke siswa tapi jangan terlalu banyak. Anak saya kelas 2 SD, Tugasnya dari gurunya masih numpuk masih ditambahi dengan UTS,” kata orang tua siswa yang mewanti-wanti agar namanya dirahasiakan.

Kepala Dinas Pendidikan kabupaten Bangkalan, Drs Bambang Budi Mustika dikonfirmasi melalui Kasi Kurikulum SD, Rahmad Hidayat menjelaskan pelaksanaan proses belajar mengajar sistem daring ini telah sesuai dengan Surat Edaran (SE) Kemendikbud RI N0 4 tahun 2020 tentang pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran  Corona Virus disease (Covid-19). “Kita ini dalam rangka melaksanakan SE Kemendikbud RI itu,” kata Dayat sapaan akrabnya Kasi Kurikulum SD Disdik Bangkalan ini

Dikatakan dia, memang tidak semua Sekolah harus memakai sistem daring,  namun dalam aturannya itu selama wabah virus Corona (C0vid-19) harus memakai sistem daring. “Memang dalam pelaksanaanya kita menyerahkan kepada sekolah, termasuk kepada guru-guru dan kepala sekolah,” jelasnya.

Adanya keluhan dari orang tua siswa itu kata Dayat,merupakan hal yang wajar. “Itu wajar, karena wali murid dan siswa belum terbiasa pembelajaran dengan sisyem daring ini, dan kali wali murid. baru di beri beban,” pungkasnya.(hib/shb)